=Kediri, LINGKARWILIS.COM – Meskipun kebijakan efisiensi diterapkan oleh pemerintah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memastikan bahwa berbagai kegiatan budaya tetap berjalan pada tahun ini.
Fokus utama program tersebut mencakup diskusi, seminar, pameran budaya, dan sarasehan budaya yang menyoroti sejarah serta peninggalan purbakala.
Namun, secara resmi jumlah kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan mengalami pengurangan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Adi Suwignyo, Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, melalui Eko Priyatno, Kepala Bidang Museum, Sejarah, dan Purbakala (Muskala), mengonfirmasi bahwa efisiensi anggaran tidak serta-merta menghilangkan agenda budaya. Namun, kegiatan di bidang Muskala memang tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Baca juga : Angka Kesembuhan Sapi dari PMK di Kabupaten Kediri Capai 759 Ekor
“Kami tetap mengadakan seminar dan kajian budaya di Kabupaten Kediri, meskipun ada efisiensi. Terlebih, momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri,” ujar Eko Priyatno.
Selain menggelar program sendiri, Disparbud Kabupaten Kediri juga siap mendukung komunitas budaya yang berinisiatif mengadakan seminar atau sarasehan secara mandiri, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan purbakala.
“Kami sangat mengapresiasi jika ada komunitas yang berperan aktif dalam mengadakan acara budaya secara mandiri, khususnya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri,” tambahnya.
Baca juga : Polres Kediri Kota Siap Tindak Tegas Sahur On The Road yang Ganggu Ketertiban
Dukungan ini menunjukkan komitmen Disparbud dalam menjaga kelestarian budaya dan sejarah daerah, meskipun menghadapi keterbatasan*** anggaran.
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





