Kediri, LINGKARWILIS.COM – Upaya penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri per Rabu (5/3/2025), tercatat 1.144 kasus PMK, dengan 759 ekor sapi telah sembuh, sementara 453 ekor masih sakit, dan 42 ekor dilaporkan mati.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), drh. Yuni Ashmawati, menuturkan bahwa tingginya angka kesembuhan ini menjadi harapan agar kasus PMK dapat segera tuntas di Kabupaten Kediri.
“Kami berharap sebelum akhir tahun, kasus PMK di Kabupaten Kediri bisa benar-benar nol. Ini tentu memerlukan kerja keras serta koordinasi yang lebih intensif agar wabah ini bisa benar-benar berakhir,” ujarnya.
Baca juga : Pelatih Persik Kediri Akui Kesulitan Setelah Dikalahkan Persib 4-1
Yuni juga menekankan bahwa pengawasan ketat terhadap kesehatan ternak oleh para peternak memiliki peran krusial dalam upaya penanggulangan PMK. Salah satu langkah pencegahan yang sangat penting adalah membatasi akses ke kandang.
“Keluar masuk kandang sebaiknya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, seperti pemilik dan petugas kandang. Orang lain sebaiknya tidak diperbolehkan masuk untuk menghindari risiko penyebaran virus dari luar,” jelasnya.
Selain itu, Yuni juga mengingatkan pentingnya pendataan terhadap arus lalu lintas ternak serta siapa saja yang keluar masuk kandang. Menurutnya, pengelolaan data yang baik akan membantu mempercepat proses pemulihan ternak yang terinfeksi.
Baca juga : Polisi Gagalkan Perang Sarung di Kediri, Tiga Remaja Diamankan
“Kebersihan kandang juga harus selalu dijaga dengan baik, termasuk penggunaan disinfektan secara rutin agar virus tidak menyebar lebih luas,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah pengendalian yang terus diperketat, diharapkan Kabupaten Kediri dapat segera terbebas dari PMK, sehingga para peternak bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa ancaman penyakit pada ternak mereka.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





