Puluhan Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Salat Idul Fitri Lebih Awal, Petugas Gabungan Siap Amankan

Puluhan Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Salat Idul Fitri Lebih Awal, Petugas Gabungan Siap Amankan
Pelaksanaan salat Idul Fitri yang dilakukan jamaah Al Muhdlor Desa Wates Kecamatan Sumbergempol Tulungagung pada momen Idul Fitri 2025 kemarin (isal)

TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Puluhan jamaah Al Muhdlor di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, akan melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026). Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun berdasarkan perhitungan ahli falak yang diyakini oleh jamaah.

Kapolsek Sumbergempol, Moh. Anshori, mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut. Menindaklanjuti hal itu, aparat kepolisian bersama TNI akan melakukan pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

bayar PBB Kota Kediri

“Besok pada Kamis (19/3/2026) jamaah Al Muhdlor akan menggelar salat Idul Fitri. Kami sudah menerima pemberitahuan dari pihak jamaah,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Pengamanan akan melibatkan personel gabungan dari Polsek Sumbergempol dan Koramil setempat. Kehadiran aparat bertujuan memberikan rasa aman bagi jamaah yang menjalankan ibadah.

Baca juga : Berkas Sudah Dilimpahkan, Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lapas IIA Kediri Belum Bergerak

Menurut Anshori, pengamanan seperti ini memang rutin dilakukan setiap tahun, mengingat jamaah Al Muhdlor memiliki tradisi tersendiri dalam menentukan waktu pelaksanaan salat Idul Fitri.

Adapun pelaksanaan salat akan digelar di Masjid Nur Muhammad, Desa Wates, mulai pukul 05.30 WIB.

“Pelaksanaannya di Masjid Nur Muhammad Desa Wates Sumbergempol, dimulai pukul 05.30 WIB,” jelasnya.

Diketahui, jamaah Al Muhdlor merupakan pengikut ajaran Habib Sayyid Ahmad Bin Salim Al Muhdlor, ulama asal Yaman yang mendirikan Yayasan Pesantren Al-Khoiriyah di Sumbergempol. Dalam menentukan waktu Idul Fitri, jamaah menggunakan metode perhitungan falak yang telah diwariskan sejak masa sang habib.

Baca juga : PWI Kediri Raya Beri Santunan 150 Anak Yatim, Dikemas dalam Agenda Buka Bersama

Meski berbeda dengan penetapan pemerintah, tradisi tersebut tetap berjalan dengan penuh toleransi dan tidak mengganggu keharmonisan masyarakat sekitar yang mayoritas berafiliasi dengan tradisi Nahdliyyin.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto