Malang, LINGKARWILIS.COM – Pergerakan arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Malang Raya masih terpantau tinggi. Berdasarkan data sementara pada Kamis (26/3), jumlah pengguna jasa kereta api diproyeksikan mencapai 8.827 pelanggan, terdiri dari 3.644 penumpang berangkat dan 5.183 penumpang datang.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring operasional perjalanan kereta yang berlangsung hingga malam hari.
Selama periode Angkutan Lebaran 11–26 Maret 2026, total pelanggan yang dilayani di stasiun wilayah Malang Raya mencapai 135.297 orang. Dari jumlah tersebut, 71.433 pelanggan tercatat berangkat, sementara 63.864 lainnya merupakan penumpang datang.
Stasiun Malang menjadi titik dengan volume tertinggi, melayani 113.843 pelanggan. Disusul Stasiun Kepanjen sebanyak 10.076 pelanggan, Stasiun Malang Kota Lama 7.501 pelanggan, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung dengan total 3.877 pelanggan.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Intensifkan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban di Kawasan Wisata
Sementara itu, penjualan tiket kereta api jarak jauh hingga 26 Maret 2026 telah mencapai 87.058 tiket atau sekitar 64 persen dari total kapasitas 136.045 kursi untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring tingginya permintaan pada masa arus balik.
Dari sisi pemesanan, Stasiun Malang mencatat angka tertinggi dengan 72.739 tiket. Diikuti Stasiun Kepanjen sebanyak 6.747 tiket, Stasiun Malang Kota Lama 4.951 tiket, serta Stasiun Lawang dan Sumberpucung yang mencatat total 2.621 tiket.
Secara keseluruhan, selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya di wilayah Malang Raya diproyeksikan melayani 174.261 pelanggan, dengan rincian 87.058 penumpang berangkat dan 87.203 penumpang datang.
Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 9.654 pelanggan, sedangkan puncak arus balik berlangsung pada 24 Maret 2026 dengan jumlah mencapai 10.135 pelanggan.
Baca juga : Sehari Dua Kebakaran di Kediri, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa masyarakat masih memiliki kesempatan memanfaatkan layanan kereta api melalui berbagai program promo yang tersedia.
“Arus balik masih cukup tinggi. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena tiket masih tersedia melalui program diskon maupun promo tarif khusus,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat, pemerintah memberikan potongan harga 30 persen untuk tiket KA Ekonomi Komersial pada periode 14–29 Maret 2026. Di wilayah Malang Raya, tersedia 46.848 tiket diskon dengan realisasi penjualan mencapai 40.191 tiket atau sekitar 86 persen, sehingga masih tersisa sekitar 6 ribu tiket.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menghadirkan program “Tabur Berkah Hari Raya” berupa promo tarif parsial khusus rute Malang–Yogyakarta untuk periode 22–30 Maret 2026. Hingga 26 Maret, masih tersedia 746 tiket kelas eksekutif.
Tak hanya itu, promo “Silaturahmi 2026” juga diberikan berupa diskon 20 persen untuk KA Ijen Ekspres relasi Malang–Ketapang yang berlaku untuk keberangkatan 30 Maret hingga 1 April 2026.
KAI mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan, serta menjaga barang bawaan selama perjalanan demi kenyamanan bersama.
“Kami berkomitmen menjaga operasional tetap aman dan tertib. Masyarakat juga kami ajak memanfaatkan sisa tiket promo yang masih tersedia sebelum habis,” pungkas Mahendro.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





