Jombang, LINGKARWILIS.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kontestasi Nahdlatul Ulama apabila mendapatkan dorongan dari berbagai pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di Ndalem Kesepuhan Tebuireng, Kecamatan Diwek, Sabtu (18/4/2026), di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 yang digelar oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng.
“Jika memang didorong dan dinilai mampu, saya siap. Namun saya tidak dalam posisi meminta,” ujarnya.
Menanggapi dinamika internal organisasi, Gus Kikin menilai kondisi yang dihadapi saat ini cukup kompleks, seiring perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk kembali menguatkan fondasi dasar organisasi.
Baca juga : Jelang TKA, Pemkab Kediri Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Anak Belajar
Menurutnya, pada masa awal berdiri, NU dikenal sebagai organisasi yang solid dengan kekompakan internal yang kuat, khususnya pada periode 1930 hingga 1940-an.
“Soliditas itu yang menjadi kekuatan utama NU dalam berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyikapi berbagai pandangan yang berkembang secara bijak, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar organisasi.
“Yang utama adalah bagaimana kita kembali pada kondisi ideal, yakni organisasi yang solid dan memiliki daya,” tambahnya.
Gus Kikin turut menyinggung peran historis warga NU dalam perjuangan bangsa, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menilai, kekuatan tersebut lahir dari sinergi yang terbangun antar elemen masyarakat.
Baca juga : Lansia di Jombang Tetap Bertahan Menganyam Besek, Jaga Tradisi di Tengah Gempuran Plastik
Sementara itu, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Masykuri Bakri, menegaskan bahwa Munas kali ini difokuskan pada penguatan peran alumni dalam kehidupan sosial.
“Kami tidak membahas isu eksternal secara luas. Fokusnya adalah bagaimana alumni bisa menjadi perekat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, alumni Tebuireng diharapkan mampu menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendiri NU sekaligus memperkuat persatuan.
IKAPETE juga mendorong agar proses suksesi kepemimpinan dalam tubuh NU dapat berjalan sehat dan kondusif.
“Persatuan menjadi hal utama. Siapapun yang terpilih nanti diharapkan mampu menjaga arah perjuangan organisasi,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





