Festival Aspirasi BAM di Mojokerto, Soroti Pemulihan Ekosistem dan Ancaman Bencana Lingkungan

MOJOKERTO, LINGKARWILIS.COM – Festival Aspirasi yang digelar Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Kabupaten Mojokerto menjadi ruang strategis untuk membahas isu lingkungan hidup dan keberlanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Senin (1/2) pagi itu mengusung tema β€œRevitalisasi Ekosistem Bumi Majapahit: Menghimpun Aspirasi Masyarakat Dalam Pelestarian Lingkungan dan Keseimbangan Alam Berkelanjutan di Mojokerto.”

Forum ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, pegiat lingkungan, organisasi masyarakat, hingga tokoh desa. Tujuannya adalah menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan solusi bersama atas berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi.

bayar PBB Kota Kediri

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Teguh Gunarko menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya berharap kita dapat menghimpun berbagai aspirasi masyarakat, menggali gagasan-gagasan inovatif, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga legislatif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Teguh.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto saat ini menghadapi sejumlah tantangan lingkungan, di antaranya persoalan tambang galian C, penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), serta dampak limbah industri skala kecil dan menengah.

Menurutnya, sebagian persoalan tersebut berada di luar kewenangan pemerintah daerah, khususnya terkait perizinan tambang. Oleh karena itu, forum seperti Festival Aspirasi BAM dinilai penting sebagai jembatan komunikasi lintas sektor untuk mencari solusi bersama.

“Pada hari ini kami hadirkan para pegiat lingkungan hidup, LSM, ormas, dan tokoh masyarakat desa di Kabupaten Mojokerto untuk bersama-sama dapat memberikan kontribusi aktif dalam melestarikan dan menyelamatkan Bumi Majapahit tercinta ini dari kerusakan lingkungan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan menekankan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa upaya mitigasi tidak harus menunggu bencana terjadi, melainkan dapat dilakukan melalui pemahaman sebab-akibat dari kerusakan lingkungan.

“Seharusnya pembelajaran tidak harus ada bencana terlebih dahulu, karena hukum kausalitas sebab-akibatnya sudah sangat jelas, saat ada kerusakan alam akan terjadi beragam urusan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan adanya dua ancaman utama yang perlu diantisipasi ke depan, yakni krisis pangan dan krisis air, yang dinilai saling berkaitan dan berpotensi menjadi tantangan serius bagi masyarakat.

“Bencana yang dikhawatirkan pada hari-hari ke depan itu ada dua yang paling pokok, yaitu bencana pangan dan bencana air, saya kira keduanya saling berkaitan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono dan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Ardi Sepdianto, yang memberikan pemaparan terkait kondisi lingkungan dan langkah penanganannya.

Festival Aspirasi BAM kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan serap aspirasi masyarakat, sebagai upaya memperkuat partisipasi publik dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mendorong kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi bencana di masa mendatang.

Editor: Ahmad Bayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *