DP2KBP3A Kabupaten Kediri: Orang Terdekat Harus Jadi Penguat Komunikasi, Edukasi dan Harmoni Keluarga

DP2KBP3A Kabupaten Kediri: Orang Terdekat Harus Jadi Penguat Komunikasi, Edukasi dan Harmoni Keluarga
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri Dr. dr. Nurwulan Andadari (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang tokoh agama di wilayah Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri dengan korban sebanyak 13 anak menjadi perhatian serius Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kediri.

Saat ini, DP2KBP3A Kabupaten Kediri melakukan pendampingan psikologis terhadap anak-anak korban yang sebagian masih duduk di bangku sekolah dasar. Pendampingan dilakukan oleh psikolog agar kondisi mental anak tidak semakin larut dalam trauma.

bayar PBB Kota Kediri

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari mengatakan, peran orang terdekat seperti orang tua, sahabat maupun tokoh yang dihormati di lingkungan sekitar sangat penting dalam membangun komunikasi dan edukasi kepada anak.

Baca juga : Kebakaran Hebohkan RS Muhammadiyah Kediri, Tiga Mobil Damkar Padamkan Api di Ruang Kantin

“Artinya bisa bersikap bijak dalam bersikap, harus bisa sebagai orang yang mengedukasi, membangun komunikasi hingga menciptakan suasana harmoni dalam keluarga atau lingkungan sekitarnya. Perlu ada waktu khusus untuk saling berkomunikasi langsung saat orang disibukkan dengan HP yang mereka miliki,” ujarnya.

Menurutnya, orang tua perlu lebih sering membangun komunikasi intensif dengan anak agar tercipta ruang dialog dari hati ke hati terkait berbagai persoalan yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar juga perlu ditingkatkan, terutama terhadap pihak-pihak yang mencurigakan dan berpotensi melakukan tindakan asusila terhadap anak.

Baca juga :Tenun Ikat Kota Kediri Siap Tembus Pasar Modern Lewat Diversifikasi Produk Fashion

“Ini untuk menjaga kualitas mental dan pola berpikir anak agar cepat melapor ke orang tua jika ada tindakan asusila. Ini pengurangan risiko anak trauma dan tetap bisa berlaku bijak di manapun tanpa rasa was-was,” imbuhnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto