Kediri, LINGKARWILIS.COM – Produksi tembakau di Kabupaten Kediri terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025, luas lahan produksi tembakau di Kabupaten Kediri mencapai sekitar 800 hektare dengan capaian omzet transaksi senilai Rp35 miliar.
Sementara untuk total produksi tembakau tahun 2025 tercatat mencapai sekitar 1.000 ton.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan peningkatan produksi dan nilai transaksi tembakau. Dengan luas lahan yang tetap sekitar 800 hektare, produksi tembakau ditargetkan meningkat hingga 1,7 ton dengan capaian omzet transaksi mencapai Rp55 miliar.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri melalui Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Perkebunan, Tri Hadi Mulyono mengatakan, pola penjualan tembakau dari Kabupaten Kediri selama ini dilakukan melalui kemitraan dengan PT Sadana Ponorogo.
Baca juga : Turnamen Domino Pelajar SIWO Kediri Raya Ubah Stigma, Bidik Porprov 2027
“Sudah lama terjalin pola kemitraan ini dan mereka menilai kualitas tembakau Kabupaten Kediri baik. Karenanya kami memberikan sarana dan prasarana bantuan agar capaian produksi tembakau Kabupaten Kediri meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini sekitar 95 persen petani tembakau masih berada pada tahap persemaian menjelang masa tanam yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas hasil panen tembakau di Kabupaten Kediri.
“Kami berharap kualitas produksi terus meningkat dan bantuan untuk petani tetap terus dikucurkan,” tambahnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





