Jombang, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah pegiat budaya, sejarah, dan lingkungan dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul dalam kegiatan “Jagongan Budaya” yang digelar di kawasan Candi Pandegong, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Kamis (28/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di situs bersejarah peninggalan era Mpu Sindok tersebut menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan mengenai pelestarian warisan budaya, edukasi sejarah bagi generasi muda, hingga isu-isu lingkungan.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Supriyadi dan Mbah Jito bersama rombongan dari Forum Masyarakat Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, pegiat lingkungan Kali Srinjing Kediri Mbah Arif beserta rombongan, serta sejumlah pegiat budaya dan sejarah dari Jombang, termasuk pengelola Sanggar Wayang Topeng Jatiduwur, Isma Hakim.
Turut mengikuti kegiatan tersebut pemerhati sejarah sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, tokoh masyarakat H. Nursan, pegiat budaya Prabu dan Fafa, serta juru pelihara Candi Pandegong, Jayadi.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya Tumbuh Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp2,67 Triliun hingga April 2026
Diskusi dipandu oleh Ari Hakim dari Pare, Kabupaten Kediri. Sementara doa pembuka dan penutup yang bertemakan kebangkitan Nusantara dipimpin oleh tokoh spiritual Ki Budi Sejati.
Dalam forum tersebut, Mbah Jito menekankan pentingnya membangun perspektif budaya yang selaras dengan pelestarian lingkungan serta memperkuat pendidikan sejarah yang tepat bagi generasi muda.
Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat KCBN Trowulan, Supriyadi, memaparkan peran forum sebagai ruang silaturahmi, diskusi lintas pemangku kepentingan, pemetaan sumber daya manusia, serta inventarisasi peninggalan sejarah yang tersebar di 50 desa kawasan KCBN Trowulan.
Di sisi lain, Mbah Arif membagikan pengalaman terkait upaya pelestarian sungai yang selama ini dilakukan di kawasan Kali Srinjing, Kediri.
Baca juga : Permintaan Meningkat Saat Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Pengelola Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Isma Hakim, menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta sejarah. Sedangkan juru pelihara Candi Pandegong, Jayadi, menjelaskan perjalanan penemuan situs, proses ekskavasi, hingga sejarah keberadaan candi tersebut.
Supriyadi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Jagongan Budaya dan berharap agenda serupa dapat terus digelar di berbagai situs bersejarah lainnya.
“Selain mempererat silaturahmi, forum seperti ini diharapkan mampu melahirkan ide dan gagasan baru terkait pelestarian sejarah dan budaya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ari Hakim yang berharap kegiatan diskusi budaya dapat terus berlanjut di berbagai lokasi bersejarah lainnya.
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan kecintaan masyarakat terhadap peninggalan leluhur yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin
