Pipa Distribusi PDAM Bocor Terdampak Proyek Jembatan Kaliombo, Perumda Tirta Dhaha Soroti Pentingnya Koordinasi

Pipa Distribusi PDAM Bocor Terdampak Proyek Jembatan Kaliombo, Perumda Tirta Dhaha Soroti Pentingnya Koordinasi
Pipa Distribusi PDAM Bocor Terdampak Proyek Jembatan Kaliombo (BIdu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan Jembatan Kaliombo di Kota Kediri mulai berdampak pada jaringan utilitas yang telah lama terpasang di kawasan tersebut. Salah satu dampaknya adalah kebocoran pipa distribusi milik Perumda Tirta Dhaha Kota Kediri yang diduga terjadi akibat aktivitas pengerjaan proyek, Selasa (9/6/2026).

Insiden tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan. Perumda Tirta Dhaha pun mengingatkan pentingnya koordinasi antara kontraktor pelaksana dan pengelola utilitas sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan di lapangan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Dhaha Kota Kediri, Joko, mengatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah daerah. Namun, jaringan utilitas yang telah lebih dahulu terpasang juga perlu mendapat perhatian agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Baca juga : Januari hingga Mei 2026, Damkar Tangani 63 Kasus Kebakaran di Kabupaten Kediri

“Pada prinsipnya kami mendukung pembangunan Jembatan Kaliombo. Namun, utilitas yang sudah ada juga harus mendapatkan solusi agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Jika terjadi kebocoran atau kerusakan pipa, dampaknya langsung dirasakan masyarakat sebagai pelanggan,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek.

Joko menjelaskan, pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek dan pengelola utilitas sebenarnya telah disampaikan dalam sejumlah pertemuan sebelumnya. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mengurangi risiko kerusakan jaringan sekaligus mempermudah langkah antisipasi di lapangan.

Perumda Tirta Dhaha hingga kini masih menunggu desain teknis pembangunan Jembatan Kaliombo untuk menentukan langkah penyesuaian jaringan pipa yang berada di area proyek. Informasi tersebut diperlukan untuk menyusun rencana jalur alternatif, pembangunan konstruksi penyangga pipa, hingga penentuan titik pondasi yang aman.

Baca juga : Pasar Campurejo Berpeluang Direvitalisasi pada 2027, Pemkot Kediri Jemput Dukungan Pemerintah Pusat

“Karena jembatan yang dibangun memiliki bentang cukup panjang, kami membutuhkan detail desain agar dapat menyiapkan konstruksi pendukung jaringan pipa sejak awal tanpa mengganggu jalannya proyek maupun pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.

Terkait kebutuhan anggaran relokasi atau penyesuaian jaringan, pihaknya mengaku masih melakukan kajian. Namun, Joko menegaskan bahwa keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pengelola utilitas lainnya seperti penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan infrastruktur lain di sekitar lokasi.

“Kami berharap setiap pekerjaan yang berpotensi bersinggungan dengan pipa distribusi dapat dikoordinasikan lebih awal. Dengan begitu, petugas kami bisa bersiaga di lapangan untuk memberikan arahan kepada operator alat berat sehingga kerusakan jaringan dapat dihindari,” tegasnya.

Perumda Tirta Dhaha berharap koordinasi antara pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, serta seluruh pengelola utilitas dapat terus diperkuat selama proses pembangunan berlangsung.

“pembangunan Jembatan Kaliombo sebagai salah satu proyek strategis Kota Kediri kami harap dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya distribusi air bersih,” pungkasnya.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *