Teatrikal Perubahan Nama Kusno Menjadi Sukarno Memikat Perhatian Pengunjung

Teatrikal Perubahan Nama Kusno Menjadi Sukarno Memikat Perhatian Pengunjung
Teatrikal perubahan nama Kusno ke Sukarno di Ruwat Agung Sukarno di situs Persada Soekarno Desa Pojok Wates Minggu pagi (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Prosesi Ruwat Agung Sukarno yang digelar di Situs Persada Soekarno, Minggu (14/6/2026), tidak hanya menghadirkan ritual budaya dan paparan sejarah perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia. Pengunjung juga disuguhi pertunjukan teatrikal yang mengisahkan pergantian nama Kusno menjadi Sukarno.

Pementasan tersebut menggambarkan perjalanan masa kecil Kusno yang kerap sakit-sakitan hingga akhirnya mendapat nama baru dari RM Panji Soerosoemoyo. Alur cerita yang dikemas dalam bentuk drama pendek berhasil menarik perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Salah seorang pemeran, Kus Hartono, menjelaskan bahwa seluruh pemain merupakan keluarga besar Situs Persada Soekarno. Selain menjadi aktor, mereka juga terlibat dalam penyusunan naskah, penggarapan musik, hingga penataan kostum yang disesuaikan dengan latar zaman.

Baca juga :Β Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu Kuning Kediri Tetap Pertahankan Harga Jual

“Kami mempersiapkan pertunjukan ini selama sekitar satu bulan. Pendalaman karakter dan alur cerita dilakukan agar pesan sejarah yang disampaikan dapat terasa lebih hidup dan mudah dipahami penonton,” ujarnya.

Menurut Kus, lima pemeran yang terlibat berupaya menampilkan karakter tokoh secara maksimal sehingga kisah perubahan nama Kusno menjadi Sukarno dapat tergambar secara nyata, mulai dari kondisi sakit hingga proses penyembuhannya.

Ia berharap, pertunjukan tersebut mampu menjadi sarana edukasi, khususnya bagi kalangan pelajar, untuk lebih mengenal perjalanan hidup serta perjuangan Sukarno sebagai proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia.

“Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak generasi muda memahami nilai-nilai sejarah dan mengenal lebih dekat sosok Bung Karno, baik melalui Situs Persada Soekarno maupun jejak sejarah lainnya di Indonesia,” katanya.

Baca juga :Β Libatkan Nelayan, Pencarian Santri Kediri yang Hilang di Pantai Pangi Masih Belum Membuahkan Hasil

Kus menambahkan, penyajian sejarah dalam bentuk seni pertunjukan diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik sehingga pesan tentang peran besar Sukarno bagi bangsa dan dunia dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat.***

Reporter: Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *