Jombang, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 32 tim domino dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam Turnamen Domino Kapolres Jombang Cup 2026 yang digelar di Gedung Kresna Polres Jombang, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Cabang Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Polres Jombang tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Peserta yang berjumlah 64 atlet berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Jombang, Kediri, Blitar, Mojokerto, Lamongan, hingga Surabaya. Turnamen berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan mempertandingkan sistem kompetisi yang berlangsung ketat dan penuh strategi.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, secara langsung membuka turnamen sekaligus menyempatkan diri berinteraksi dan bermain bersama para peserta. Menurutnya, olahraga domino memiliki nilai positif karena mampu menjadi sarana penyaluran aktivitas masyarakat yang produktif sekaligus mempererat hubungan sosial antarpeserta.
“Olahraga domino merupakan kegiatan yang positif karena dapat menjadi wadah penyaluran minat dan hobi masyarakat. Selain itu, kegiatan seperti ini juga berkontribusi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” ujarnya.
Ketua Harian ORADO Kabupaten Jombang, Adi Rosul, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga domino semakin diminati masyarakat dan memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai cabang olahraga prestasi.
“Sebanyak 32 tim mengikuti kompetisi ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, turnamen juga bertujuan menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat berkompetisi pada level yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan turnamen seperti Kapolres Jombang Cup diharapkan mampu memperluas ruang kompetisi bagi para pecinta domino sekaligus meningkatkan kualitas atlet daerah melalui pengalaman bertanding yang lebih kompetitif.
Kapolres Jombang juga menegaskan dukungan institusinya terhadap pengembangan olahraga domino. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Baca juga : Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Dorong Pilkades 47 Desa Tetap Digelar Akhir 2026
“Melalui turnamen ini diharapkan muncul bibit-bibit atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing dalam kejuaraan yang lebih besar,” ungkapnya.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit, tim Cuan dari ORADO Blitar berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi runner-up diraih tim Ro’an yang diperkuat Rohmadi dan Aan dari PWI Jombang, sedangkan peringkat ketiga ditempati tim Kepanjen Makmur yang diperkuat peserta senior asal Kecamatan Jombang.
Selain kategori umum, kompetisi juga diikuti perwakilan anggota Polsek jajaran Polres Jombang. Pada kategori internal tersebut, Rayon Selatan berhasil meraih juara pertama, sementara Rayon Timur menempati posisi kedua.
Salah satu pemain tim Ro’an dari PWI Jombang, Aan, mengaku bangga dapat meraih posisi kedua dalam turnamen tersebut. Ia menilai pertandingan berlangsung menarik dan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
“Pertandingannya sangat kompetitif, terutama saat babak final. Meski baru mempelajari aturan permainan secara intensif, kami bersyukur bisa meraih hasil yang cukup membanggakan. Ke depan kami siap mengikuti turnamen domino di daerah lain,” ujarnya.
Sebagai informasi, olahraga domino saat ini semakin berkembang di berbagai daerah di Indonesia dan telah memiliki organisasi resmi yang melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain mengandalkan keberuntungan, olahraga ini menuntut kemampuan analisis, konsentrasi, strategi, serta kerja sama tim. Karena itu, berbagai turnamen domino yang digelar di tingkat daerah menjadi sarana penting untuk menjaring atlet potensial sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin