Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Selain persoalan kesejahteraan tenaga pendidik yang masih menjadi perhatian, dunia pendidikan di Kabupaten Tulungagung juga dihadapkan pada persoalan kekurangan guru, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh SD. Hasil pendataan menunjukkan masih terdapat kekurangan guru pada sejumlah mata pelajaran yang cukup signifikan.
Menurut Deni, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya layanan pendidikan di beberapa sekolah dasar. Karena itu, Disdik terus berupaya mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.
“Berdasarkan hasil pendataan, kebutuhan guru mata pelajaran di tingkat SD memang masih cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Baca juga : Kasat Reskrim Polres Kediri Berganti, AKP Angga Riatma Siap Perkuat Penegakan Hukum
Ia menjelaskan, total kekurangan guru mata pelajaran di Kabupaten Tulungagung saat ini mencapai 347 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 184 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta 163 guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kedua formasi tersebut menjadi kebutuhan utama di banyak sekolah dasar karena keberadaannya sangat dibutuhkan dalam mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum.
“Kekurangan guru olahraga mencapai 184 orang, sedangkan guru PAI masih kurang 163 orang. Dua bidang ini yang paling banyak dibutuhkan oleh sekolah-sekolah dasar,” jelasnya.
Akibat keterbatasan tenaga pengajar, sejumlah sekolah terpaksa melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Bahkan, tidak sedikit sekolah yang harus memaksimalkan guru yang tersedia untuk mengisi kekosongan mata pelajaran tertentu.
Baca juga : Dianggarkan Rp400 Juta, Pemkab Kediri Segera Bangun Kembali Puskesmas Tiron
Menurut Deni, kondisi tersebut kerap menimbulkan pertanyaan dari orang tua siswa yang mengharapkan layanan pendidikan lengkap bagi anak-anak mereka.
“Sering kali wali murid menanyakan mengapa belum ada guru olahraga atau guru mata pelajaran tertentu. Kondisi ini memang menjadi perhatian kami karena berdampak pada pelayanan pendidikan di sekolah,” katanya.
Meski demikian, Disdik Tulungagung terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah terkait langkah pemenuhan kebutuhan guru, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti kesejahteraan tenaga pendidik yang juga masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan. Selain pemenuhan kebutuhan guru, persoalan kesejahteraan tenaga pendidik juga harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





