Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian Kapal Motor Nelayan (KMN) ENTOK asal Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang hingga kini masih hilang kontak terus diintensifkan. Untuk memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada keluarga awak kapal, Satpolairud Polres Lamongan membentuk Posko Terpadu bersama sejumlah instansi terkait.
KMN ENTOK dilaporkan hilang kontak sejak Rabu (1/7/2026) saat menjalankan aktivitas penangkapan ikan. Kapal tersebut diduga terakhir berada di perairan sekitar Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kapal yang dinakhodai Siswanto (45) bersama 19 anak buah kapal (ABK) itu berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong menuju perairan Pulau Kangean. Namun hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan kapal maupun seluruh awaknya.
Sebagai tindak lanjut, Satpolairud Polres Lamongan menggelar pertemuan dengan keluarga awak kapal dan berbagai instansi terkait di Kantor Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran.
Pertemuan tersebut dihadiri Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur, perwakilan Basarnas Lamongan, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, Dinas Perikanan Brondong, Syahbandar Perikanan, Kamladu Lamongan, Kepala Desa Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Paciran, serta keluarga para awak KMN ENTOK.
Dalam kesempatan itu, AKP Guntur menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami para nelayan beserta keluarganya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berdoa agar seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Menurutnya, berbagai langkah pencarian telah dilakukan, mulai dari penyebarluasan informasi hingga koordinasi dengan sejumlah instansi maritim dan kapal-kapal yang beroperasi di sekitar wilayah perairan Masalembu.
“Namun sampai saat ini, hasil pencarian belum membuahkan informasi mengenai keberadaan KMN ENTOK,” ujar AKP Guntur, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga : Pemkab Kediri Perkuat Pengelolaan Aduan SP4N-LAPOR, Puskesmas Diminta Lebih Responsif Layani Masyarakat
Untuk mengoptimalkan proses pencarian, Satpolairud Polres Lamongan bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat membentuk Posko Terpadu yang dipusatkan di Kantor Basarnas Brondong.
Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat koordinasi pencarian sekaligus menjadi tempat penyampaian informasi resmi kepada keluarga para awak kapal.
Dalam pertemuan itu, keluarga korban juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kemungkinan lokasi keberadaan kapal. Mereka diminta mengumpulkan nomor telepon seluruh ABK sebagai bahan pendukung proses pelacakan.
Selain itu, Satpolairud Polres Lamongan terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, Basarnas, serta unsur maritim lainnya. Informasi mengenai hilangnya KMN ENTOK juga telah disebarluaskan kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi dugaan hilangnya kapal agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.
AKP Guntur menegaskan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan responsif terhadap setiap perkembangan informasi yang diterima.
“Seluruh stakeholder akan terus mengoptimalkan pencarian melalui koordinasi lintas sektor dengan dukungan Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong. Kami berharap KMN ENTOK beserta seluruh awaknya segera ditemukan,” katanya.
Ia juga mengimbau keluarga awak kapal untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau kepada seluruh keluarga awak kapal untuk tetap tenang, berpikir positif, dan terus menjalin komunikasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Satpolairud Polres Lamongan menerima laporan dari Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik kapal, Andik. Mereka melaporkan bahwa KMN ENTOK yang membawa 20 orang, termasuk nakhoda, tidak kunjung kembali ke Pelabuhan PPN Brondong dan tidak dapat dihubungi sejak melaut.
Dalam kondisi normal, kapal tersebut biasanya kembali ke pelabuhan setelah sekitar 18 hari melakukan penangkapan ikan.***
Reporter: Suprapto
Editor: Hadiyin





