Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Seorang perempuan muda berinisial PC (26), warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, Jumat (10/4/2026). Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.
Komandan Tim Pos Basarnas Trenggalek, Mohamad Jazuli Prasetya, menjelaskan laporan pertama diterima oleh BPBD Tulungagung pada pukul 05.21 WIB. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas, yang langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan keterangan awal, korban terakhir terlihat pada Kamis (9/4/2026) siang saat keluar rumah seorang diri tanpa memberi tahu tujuan. Sejak saat itu, korban tidak kembali dan diduga menuju area sungai.
“Informasi yang kami terima, korban diduga hanyut di Sungai Brantas. Korban tercatat berdomisili di Desa Tapan,” ujarnya.
Baca juga : Hari Pertama WFH, ASN Pemkab Kediri Absensi via Sipres
Saat melakukan penyisiran di lokasi, petugas menemukan sebuah tas di tepi sungai yang berisi identitas korban. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai dengan arus yang saat ini cukup deras.
Jazuli mengungkapkan, kondisi Sungai Brantas sedang dalam debit tinggi dengan kedalaman mencapai 4 hingga 5 meter, dipicu hujan deras yang terjadi sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
“Diduga korban datang ke lokasi dan terjatuh ke sungai saat arus cukup kuat. Di lokasi hanya ditemukan tas miliknya,” jelasnya.
Upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua, yakni penyisiran sungai menggunakan perahu karet serta pencarian darat di sepanjang bantaran. Pencarian difokuskan di titik awal kejadian dan akan diperluas hingga radius maksimal 5 kilometer.
Baca juga : Gedung Dekranasda Kota Kediri Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh dan Aktivitas UMKM
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan tim SAR di wilayah Kediri untuk memperluas jangkauan pencarian. Masyarakat di sekitar aliran sungai turut diminta berperan aktif dengan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi ciri-ciri korban berdasarkan keterangan keluarga. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan pakaian serba gelap dengan kerudung cokelat.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan secarik kertas berisi pesan yang diduga ditulis korban untuk keluarganya.
“Dalam tas ditemukan surat berisi pesan perpisahan yang ditujukan kepada keluarga,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur tim gabungan.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





