Kemenag Tulungagung Kalibrasi Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Hasil Pengukuran Tunjukkan Sudut 24 Derajat

Kemenag Tulungagung Kalibrasi Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Hasil Pengukuran Tunjukkan Sudut 24 Derajat
Pelaksanaan Rashdul Kiblat atau penentuan arah kiblat saat terjadinya fenomena astronomi matahari yang berada tepat di atas Ka'bah (isal)

Tulungagung, Lingkarwilis.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat untuk melakukan kalibrasi arah kiblat pada Rabu (15/7/2026) sore. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat sebagai acuan ibadah salat bagi umat Islam.

Kepala Kemenag Tulungagung, Alif Fauzi, menjelaskan fenomena Rashdul Kiblat terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah, yang setiap tahun berlangsung pada 15 dan 16 Juli. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memeriksa sekaligus mengkalibrasi arah kiblat secara akurat melalui pengamatan bayangan matahari.

Menurutnya, waktu ideal untuk melakukan pengukuran di wilayah Indonesia bagian barat adalah sekitar pukul 16.27 WIB. Metode yang digunakan juga relatif sederhana sehingga dapat dilakukan masyarakat secara mandiri.

“Caranya cukup menancapkan suatu benda yang berdiri tegak, kemudian mengamati bayangan yang terbentuk dari sinar matahari untuk memastikan arah kiblat,” kata Alif Fauzi.

Baca juga :Β Polisi yang Juga Seniman Multitalenta, Kompol Bowo Wicaksono Manfaatkan Seni untuk Edukasi Kamtibmas

Ia menyarankan metode Rashdul Kiblat dimanfaatkan terutama bagi masyarakat yang akan membangun musala atau masjid agar arah kiblat dapat ditentukan secara tepat sejak awal. Sementara itu, bagi tempat ibadah yang sudah berdiri, penyesuaian arah kiblat dapat dilakukan sesuai keyakinan dan kebutuhan masing-masing.

“Tujuannya agar pelaksanaan ibadah salat semakin sempurna karena benar-benar menghadap ke arah Ka’bah,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kemenag Tulungagung, Syafa’an, menjelaskan pengukuran dilakukan menggunakan alat sederhana seperti lot atau bandul, kompas, dan busur derajat. Dari hasil pengamatan langsung saat fenomena Rashdul Kiblat, arah kiblat di Tulungagung berada pada sudut sekitar 24,4 derajat dari arah barat ke utara.

Selain melalui pengamatan langsung, kata Syafa’an, arah kiblat juga dapat dihitung menggunakan rumus segitiga dengan membandingkan titik koordinat lokasi pengamatan dan koordinat Ka’bah. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan angka yang hampir sama, yakni sekitar 24 derajat dari arah barat ke utara, sehingga menguatkan akurasi hasil pengamatan lapangan.

Baca juga :Β Pemkab Kediri Siapkan Lahan 300 Ru untuk Pengembangan SMP Negeri 2 Ngasem

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin memperoleh pengukuran arah kiblat secara resmi dapat mengajukan permohonan kepada Kemenag Tulungagung dengan melampirkan surat pengantar yang diketahui kepala desa setempat. Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat memastikan arah kiblat musala maupun masjid telah sesuai dengan ketentuan.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *