Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Kediri Gencarkan Home Visit

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Kediri Gencarkan Home Visit
Sekda Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin M. Ap di agenda home visit di Bhahawantha Bhari Rabu siang (ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggencarkan penjangkauan langsung melalui program home visit untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berkomitmen memenuhi hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan. Berbagai strategi pun dijalankan untuk mengetahui secara langsung persoalan yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan.

Selain melakukan kunjungan ke rumah anak dan keluarga sasaran, Pemkab Kediri juga menjalankan gerakan 1 GTK 1 ATS, yakni satu guru dan tenaga kependidikan mendampingi serta menangani satu anak tidak sekolah.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mengatakan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus diwujudkan melalui kerja sama berbagai pihak.

Baca juga : Wasiat Sang Ayah Terwujud, Tiga Korban Kebakaran Tebet Dimakamkan Bersama di Kediri

“Kita harus memastikan anak-anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang dan memperoleh pendidikan,” kata Solikin dalam acara Pengumuman dan Awarding Home Visit ATS Award 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penanganannya.

Karena itu, Pemkab Kediri mendorong penanganan persoalan ATS dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamad Muhsin mengatakan program penjangkauan tersebut telah berjalan selama enam bulan dengan melibatkan sekitar 750 visitor.

Mereka melakukan kunjungan langsung untuk mendata sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak yang tidak bersekolah.

Baca juga : HUT ke-81 RI, Kodim Kediri Gelar Khitan Bahagia untuk 51 Anak

“Dari data awal sebanyak 11.181 anak tidak sekolah, saat ini berhasil kita turunkan hingga tersisa 5.725 anak. Capaian ini akan terus kita tindak lanjuti melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun,” jelas Muhsin.

Ia menambahkan, program tersebut akan terus diperkuat agar semakin banyak anak yang kembali memperoleh akses pendidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menargetkan angka ATS dapat ditekan hingga 70 sampai 80 persen pada akhir tahun 2026.

Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan terwujudnya Zero ATS, atau tidak ada lagi anak di Kabupaten Kediri yang terputus dari akses pendidikan.

Upaya home visit dan pendampingan langsung diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan setiap anak secara lebih tepat, sehingga langkah penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin