Jombang, LINGKARWILIS.COM – Ribuan warga memadati Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jumat (4/9/2026) sore. Mereka antusias mengikuti tradisi Grebek Tahu yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah sekaligus HUT Jam’iyyah Mahabbaturrosul (JMR) ke-62.
Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah. Sekitar satu ton tahu goreng matang disiapkan untuk dibagikan dan diperebutkan warga. Tahu tersebut berasal dari sumbangan para pengusaha tahu yang ada di Desa Sumbermulyo.
Kemeriahan semakin terasa ketika tiga gunungan tahu berukuran besar dikeluarkan. Uniknya, masing-masing gunungan dibuat menyerupai ikon Kabupaten Jombang, yakni Monumen Ringin Contong, Masjid Agung Jombang, dan Pendopo Kabupaten Jombang.
Selain tiga gunungan utama tersebut, panitia juga menyiapkan 16 gunungan tahu yang telah dihias dan terlebih dahulu diarak sebelum diperebutkan masyarakat.
Baca juga : Bupati Jombang Buka Grebeg Tahu, Dorong UMKM Sumbermulyo Tembus Pasar Nasional
Begitu gunungan dan berbagai bahan pangan mulai dibagikan, warga langsung berdesakan. Mereka berebut mendapatkan tahu matang, tahu mentah hingga aneka sayuran seperti terong dan tomat.
Senggol-senggolan antarpeserta tak terhindarkan. Bahkan, debu yang beterbangan akibat padatnya warga tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendapatkan bagian dari tradisi tersebut.
Salah seorang peserta, Anasari, mengaku senang bisa kembali mengikuti Grebek Tahu Bapang. Ia bahkan rela menunggu sekitar satu jam demi menyaksikan sekaligus mengikuti momen perebutan yang selalu dinantikan setiap tahun.
“Seru, dapat tahu mentah, dapat tahu matang, dapat terong, dapat tomat. Ya, berebutan, seru pokoknya. Senggol-senggolan,” ucap Anasari sambil membawa tahu dan sayuran hasil perebutan.
Baca juga : Ribuan Pelari Ramaikan Kediri Run 2026, Wabup Dewi Lepas Peserta di SLG
Menurut Anasari, Grebek Tahu sudah menjadi kegiatan tahunan yang selalu ditunggu masyarakat. Meski harus berdesakan dan menunggu cukup lama, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari keseruan tradisi.
“Seru ae, mas,” imbuhnya.
Dari hasil berebut, Anasari mendapatkan empat kantong plastik yang berisi tahu dan sejumlah bahan pangan lainnya. Tahu tersebut rencananya akan diolah menjadi bahan tambahan untuk membuat pentol.
“Ya nanti buat masak sayur besok dan tahunya diolah tambahan lauk pentol,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Grebek Tahu, Royhan Nur Zaki, menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah dan HUT Jam’iyyah Mahabbaturrosul ke-62.
“Grebek Tahu ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah dan HUT Jam’iyyah Mahabbaturrosul ke-62,” ungkap Royhan.
Ia menjelaskan, panitia mengumpulkan sekitar satu ton tahu goreng matang yang merupakan sumbangan dari para pengusaha tahu di Desa Sumbermulyo.
Selain itu, terdapat tiga gunungan tahu berukuran besar yang dibuat menyerupai ikon Jombang serta 16 gunungan tahu lainnya yang dihias untuk kemudian diarak dan diperebutkan warga.
“Total ada sekitar satu ton tahu goreng matang dan ada yang mentah dari sumbangan para pengusaha tahu di Desa Sumbermulyo. Ada tiga gunungan besar berbentuk ikon Jombang dan 16 gunungan tahu yang dihias dan diarak,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





