Jombang, LINGKARWILIS.COM – Perayaan HUT Kemerdekaan RI dan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas menjadi momentum positif bagi pelaku usaha konveksi dan sablon di Kabupaten Jombang.
Salah satunya dirasakan KAINOS Konveksi & Sablon Kaos yang berada di Dusun Weru, Desa Mojongapit. Usaha tersebut mengalami peningkatan pesanan hingga dua kali lipat selama momentum Agustus hingga pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Pemilik KAINOS, Prasetya Rahmad atau yang akrab disapa Dian, mengatakan peningkatan permintaan mulai terasa sejak awal Agustus. Jika pada kondisi normal pihaknya memproduksi sekitar 500 kaos dalam sebulan, jumlah tersebut meningkat hingga mencapai 1.000 kaos.
“Pada bulan Agustus sampai muktamar NU kemarin ada kenaikan yang cukup signifikan sampai seratus persen,” ujar Dian saat ditemui di lokasi produksinya, Minggu (6/9/2026).
Baca juga : Bupati Jombang Buka Grebeg Tahu, Dorong UMKM Sumbermulyo Tembus Pasar Nasional
Pesanan tersebut berasal dari berbagai kebutuhan, mulai kaos untuk peringatan HUT RI, kegiatan karnaval hingga kebutuhan panitia dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Muktamar NU ke-35.
Dalam kondisi normal, KAINOS mampu menyelesaikan sekitar 50 hingga 70 kaos setiap hari. Karena masih menggunakan proses sablon manual, satu pesanan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tiga hari.
Di tengah perkembangan teknologi digital printing, Dian memilih tetap mempertahankan teknik sablon manual. Menurutnya, metode tersebut memiliki keunggulan dari sisi kualitas, daya tahan, serta hasil warna yang lebih pekat dan solid.
“Kalau untuk sablon manual dari segi kelebihan, kualitas keawetan hasilnya lebih bagus, tahan lama, warnanya lebih solid. Kalau digital dari segi kualitas mungkin masih di bawah yang manual. Tapi dia memiliki kelebihan dari segi efisien waktu, efisien tenaga,” terangnya.
Lonjakan permintaan juga dirasakan pengusaha konveksi lainnya, Ahmad Arif Alwan, yang menjalankan usaha di kawasan Denanyar Indah. Usaha yang dirintis sejak 2016 tersebut memperoleh pesanan merchandise bertema Muktamar NU dengan nilai omzet mencapai ratusan juta rupiah.
“Alhamdulillah, saat Muktamar ke-35 NU kemarin pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta,” ucap Alwan.
Baca juga : Ribuan Pelari Ramaikan Kediri Run 2026, Wabup Dewi Lepas Peserta di SLG
Untuk memenuhi tingginya permintaan, sebanyak 11 pekerja dikerahkan menyelesaikan berbagai pesanan. Produk yang dikerjakan meliputi kaos, tas, handuk hingga jersey.
Bahkan, hingga satu pekan menjelang pelaksanaan Muktamar NU, sekitar 2.000 kaos telah berhasil diproduksi.
“Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaos. Padahal Muktamar masih satu pekan lagi,” katanya.
Bagi Alwan, yang merupakan alumni santri Tambakberas, meningkatnya pesanan bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar NU memiliki makna tersendiri. Ia merasa bangga karena usaha yang dirintisnya dapat turut mengambil bagian dalam agenda besar di lingkungan pesantren tempatnya pernah menimba ilmu.
“Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





