Gus Fahmi Minta PBNU Periode 2026–2031 Fokus Program Keumatan, Bukan Hanya Urusan Internal

Gus Fahmi Minta PBNU Periode 2026–2031 Fokus Program Keumatan, Bukan Hanya Urusan Internal
KH Miftakhul Akhyar dipilih sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih Ketua PBNU 2026-2031, saat terpotret sewaktu di Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang. (istimewa)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang berharap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 tidak terlalu larut dalam persoalan internal organisasi. Kepengurusan baru diharapkan lebih banyak melahirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi, mengatakan program PBNU ke depan semestinya menyentuh kebutuhan umat secara nyata.

“Kita berharap ke depan ini PBNU bisa membuat program yang menyentuh langsung ke ummatan,” ujar Gus Fahmi dikutip melalui NU.Online, Minggu (6/9/2026).

Menurut Gus Fahmi, terdapat tiga bidang yang perlu menjadi perhatian utama PBNU, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiganya dinilai memiliki kaitan erat dengan kebutuhan masyarakat dan penguatan kemandirian umat.

Di sektor pendidikan, ia mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan NU. Sekolah-sekolah NU dinilai memiliki potensi besar, tetapi masih membutuhkan penguatan dari sisi sarana maupun kualitas pembelajaran agar mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Baca juga : Bupati Jombang Buka Grebeg Tahu, Dorong UMKM Sumbermulyo Tembus Pasar Nasional

“Banyak sekolah di bawah naungan NU yang punya potensi besar, namun masih perlu sentuhan perbaikan sarana dan mutu pembelajaran,” terang Pengasuh Putri Ponpes Tebuireng tersebut.

Perhatian juga perlu diberikan pada sektor kesehatan. Gus Fahmi menilai keberadaan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di berbagai daerah masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan rumah sakit yang dimiliki organisasi kemasyarakatan lainnya.

Karena itu, ia berharap PBNU dapat mendorong pembangunan dan pengembangan rumah sakit yang berkualitas sehingga kehadiran NU dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin kuat.

“Di bidang kesehatan bisa membangun rumah sakit yang baik, di beberapa daerah bahkan rumah sakit NU di Indonesia ini masih minim sekali dibandingkan dengan rumah sakit milik ormas lain,” jelasnya.

Sementara di bidang ekonomi, Gus Fahmi menekankan pentingnya membangun kemandirian finansial organisasi. Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah mendorong jam’iyah memiliki unit usaha maupun kepemilikan saham yang secara kelembagaan tercatat atas nama organisasi, bukan individu.

Baca juga : Jemput Bola di CFD, ORADO Kota Kediri Kenalkan Domino 101 kepada Masyarakat

Dengan demikian, keuntungan dari kegiatan usaha tersebut dapat kembali digunakan untuk mendukung kebutuhan dan program organisasi.

“Sehingga nanti keuntungannya itu kembali kepada jam’iyah, dimanfaatkan untuk keperluan jam’iyah, bukan untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya.

Gus Fahmi juga berharap program-program yang berorientasi pada kepentingan umat tidak berhenti di tingkat PBNU. Program tersebut diharapkan dapat terintegrasi hingga jajaran PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara kepengurusan di setiap tingkatan menjadi faktor penting agar berbagai program yang dirancang dapat berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.

“Jadi, kita tunggu gebrakan dari PBNU yang baru, tentu kita bangga dan bahagia dengan selesainya Muktamar dan terpilihnya Rais Aam serta Ketua Umum yang baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, telah menetapkan KH Miftakhul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 melalui mekanisme AHWA.***

Reporter: Taufiqur Rachman.

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *