Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, Ini Pesan yang Disampaikan Ketum PBNU, Kyai Yahya Cholil Staquf

Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri Jadi Awal Persiapan Menuju Muktamar ke-35 NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya (Ist)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 memiliki peran strategis sebagai langkah awal mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026).

Gus Yahya menyebut masa kepengurusan NU periode saat ini telah memasuki tahap akhir pengabdian. Karena itu, forum Munas dan Konbes menjadi momentum penting untuk menyusun berbagai kebutuhan organisasi guna menyongsong agenda tertinggi NU, yakni Muktamar ke-35.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Menurutnya, seluruh perangkat organisasi perlu mulai menyiapkan berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan muktamar, baik dari sisi regulasi, mekanisme organisasi, maupun berbagai kebutuhan strategis lainnya.

Baca juga : Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Kediri Gelar Bakti Religi di Sejumlah Tempat Ibadah

Ia menekankan bahwa proses persiapan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab PBNU semata. Seluruh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di berbagai daerah juga diharapkan terlibat aktif dalam merumuskan langkah-langkah terbaik bagi keberlangsungan organisasi.

“Forum ini menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen NU untuk menyatukan pandangan dan menyiapkan berbagai kebutuhan organisasi menjelang Muktamar ke-35,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengajak seluruh peserta Munas dan Konbes untuk memberikan kontribusi terbaik melalui pemikiran, tenaga, serta komitmen pengabdian demi kemajuan jam’iyah. Ia berharap hasil pembahasan yang lahir dari forum tersebut mampu menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan organisasi pada masa mendatang.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 diikuti jajaran PBNU, PWNU, para kiai, ulama, serta delegasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan strategis organisasi ke depan.

Baca juga : KAI Edukasi 566 Siswa dan Guru di Madiun-Kediri tentang Keselamatan Jalur Kereta Api

Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki jaringan kepengurusan yang tersebar hingga tingkat desa. Berdasarkan sejumlah data organisasi, NU menaungi jutaan warga nahdliyin di seluruh Indonesia sehingga setiap pelaksanaan muktamar memiliki arti penting dalam menentukan arah gerak organisasi, program keumatan, serta penguatan peran NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *