Pria Asal Solokuro Ditemukan Meninggal Saat Tidur di Teras Rumah Kos Lamongan

Pria Asal Solokuro Ditemukan Meninggal Saat Tidur di Teras Rumah Kos Lamongan
Kapolsek Tikung Iptu Fairuz Rozi bersama anggotanya melakukan olah TKP .(Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM– Seorang pria bernama Akmal Yakin (41), warga Dusun Kesapen, Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, ditemukan meninggal dunia di teras sebuah rumah kos di Jalan Uranus IV Nomor 18, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Abdul Hamid (50), warga Dusun Krajan, Desa Taman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, Abdul Hamid berusaha membangunkan korban, tetapi tidak mendapat respons.

Merasa curiga dengan kondisi korban, Abdul Hamid kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat, Wahyu (40). Setelah bersama-sama memeriksa kondisi korban, keduanya mendapati Akmal sudah tidak bergerak. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tikung.

Kapolsek Tikung Iptu Fairuz Rozi menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menjemput Abdul Hamid di Plaza Lamongan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban menjemput rekannya menggunakan sepeda motor miliknya.

Baca juga : Ancam Mantan Istri dengan Sabit, Pria di Ngadiluwih Kediri Diringkus Polisi

Setelah itu, keduanya menuju rumah kos di Desa Tambakrigadung. Mereka sempat berbincang hingga sekitar pukul 03.00 WIB sebelum beristirahat. Abdul Hamid tidur di dalam kamar, sedangkan Akmal memilih tidur di teras dengan beralaskan karpet.

“Keesokan harinya korban masih beraktivitas normal. Ia sempat mengambil laundry, membeli makanan, kemudian bersama saksi pergi ke wilayah Maduran untuk membeli gabah sebelum kembali ke rumah kos pada sore hari,” ujar Iptu Fairuz Rozi.

Pada Senin malam, keduanya kembali menghabiskan waktu dengan berbincang hingga larut malam. Setelah itu, Abdul Hamid masuk ke kamar untuk tidur, sementara Akmal kembali beristirahat di teras rumah kos.

Hingga Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB, Abdul Hamid mencoba membangunkan korban. Namun, Akmal tidak memberikan respons.

Karena khawatir, Abdul Hamid kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat untuk mengecek kondisi korban.

Baca juga : Pilkades Serentak Kabupaten Kediri Belum Bisa Digelar, Pemkab Masih Tunggu Aturan Pusat

“Saat diperiksa bersama, korban diketahui sudah tidak bergerak. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tikung,” jelas Fairuz.

Mendapat laporan tersebut, petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Tikung bersama Unit Reskrim segera mendatangi lokasi. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mengarah pada dugaan penganiayaan. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru tanpa mengenakan baju. Tubuh korban juga dalam kondisi diselimuti sarung berwarna kuning.

“Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit asma. Atas dasar itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun, baik secara pidana maupun perdata,” pungkasnya.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *