Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Seorang lanjut usia (lansia) berinisial AM (73), warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas.
Jenazah pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut ditemukan mengambang di aliran Sungai Brantas, wilayah Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, pada Selasa (15/9/2026) siang.
Sebelumnya, AM dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di Sungai Brantas wilayah Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, pada Kamis (10/9/2026).
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna cokelat tanpa celana. Pada lehernya terdapat kalung tasbih, sedangkan di salah satu tangannya terdapat gelang kecil.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan penganiayaan.
Baca juga : Kenali Pembiayaan Lebih Dekat, ACC Dorong Literasi Keuangan Masyarakat Kediri
“Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Tidak ditemukan bekas tanda-tanda aniaya,” ujar AKP Fajar, Selasa (15/9/2026) sore.
Menurutnya, penemuan jenazah bermula ketika seorang saksi berinisial RW selesai bekerja menambal aspal jalan. Sekitar pukul 11.00 WIB, saksi tersebut berhenti untuk beristirahat di kawasan Jembatan Kertosono.
Saat melihat ke arah Sungai Brantas, saksi mendapati benda yang kemudian diketahui sebagai jenazah mengapung di permukaan sungai. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada petugas Polsek Kertosono.
Mendapat laporan tersebut, polisi kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nganjuk serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Banaran. Koordinasi dilakukan karena sebelumnya terdapat laporan orang hilang dari wilayah tersebut.
Petugas selanjutnya menghubungi pihak keluarga, termasuk DP yang merupakan anak korban. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, keluarga mengenali jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.
Dari hasil identifikasi tersebut, jenazah dipastikan merupakan AM yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (10/9/2026).
Baca juga : Ketersediaan Gas Melon 3 Kg di Kabupaten Kediri Dipastikan Aman hingga Akhir 2026
“Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya oleh petugas dibawa ke RSUD Kertosono untuk dilakukan VER luar. Pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan VER dalam dan sudah ikhlas menerima kematian korban,” jelas AKP Fajar.
Keputusan keluarga tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan perangkat desa, tenaga medis, serta anggota keluarga lainnya.
“Hal ini juga dikuatkan dengan surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat desa, tenaga medis dan keluarga korban lainnya,” tutupnya.***
Editor: Muji Hartono





