Warga Kota Blitar Meninggal Tertabrak Kereta Api, Polisi Dalami Dugaan Kondisi Depresi

Warga Kota Blitar Meninggal Tertabrak Kereta Api, Polisi Dalami Dugaan Kondisi Depresi
Warga Kota Blitar Meninggal Tertabrak Kereta Api, Polisi Dalami Dugaan Kondisi Depresi (Aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan peristiwa seorang pria yang meninggal dunia setelah tertabrak kereta api, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Korban diketahui berinisial MS (55), warga Jalan Sakura, Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.01 WIB di jalur kereta api kilometer 117+9 yang masuk wilayah Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, korban diduga mengalami depresi.

“Informasinya karena depresi,” kata Aiptu Muheni.

Peristiwa bermula saat KA Majapahit melaju dari arah Blitar menuju Malang. Ketika melintas di lokasi kejadian, masinis mengetahui adanya seseorang di jalur kereta api.

Baca juga : Operasi Tumpas Narkoba, Polres Blitar Kota Amankan 13 Tersangka dan Sita Ribuan Pil

Masinis kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di stasiun terdekat. Petugas gabungan dari pihak perkeretaapian dan kepolisian selanjutnya menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Unit Inafis Polres Blitar juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan informasi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Unit Inafis Polres Blitar melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Setelah dilakukan olah TKP, korban dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Blitar untuk dilakukan visum, sekaligus mengamankan barang bukti dan menghubungi pihak keluarga korban,” tambahnya.

Baca juga :Mutasi Bergulir, Ratusan Pejabat Pemkot Kediri Digeser, Mbak Wali Tetapkan Target Kinerja 100 Hari

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban disebut telah mengalami depresi. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kondisi tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga keselamatan serta keamanan di lingkungan masing-masing.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *