Jombang, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 20 anak muda di Kabupaten Jombang terpilih mengikuti Gerak Dampak Academy 2026 dengan mengusung tema “Memperluas Hak Akses Setara bagi Anak Muda”. Mereka merupakan peserta terpilih setelah melewati rangkaian seleksi dan pembelajaran yang cukup ketat.
Tahap terbaru program tersebut berlangsung melalui Intensive Course selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026), di Aula Pertemuan Women Crisis Center (WCC) Jombang. Kegiatan ini digelar Aliansi Inklusi Jombang (AIJ) dengan dukungan Indika Foundation melalui program Impact Collaboration.
Sekretaris Jenderal AIJ, Priwahayu, menjelaskan bahwa 20 peserta tersebut telah melewati beberapa tahapan seleksi. Dari total 116 anak muda yang mendaftar, sebanyak 80 peserta terlebih dahulu dinyatakan berhak mengikuti Mini Bootcamp.
Setelah menjalani proses pembelajaran dan seleksi berikutnya, peserta kembali disaring hingga tersisa 20 orang yang kemudian mengikuti Intensive Course.
Baca juga : Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Jombang Gelar Bazar Murah Sekaligus Dorong UMKM Lokal
Menurut Priwahayu, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan tingkat keaktifan peserta selama mengikuti kegiatan. Para peserta juga diminta menyusun esai berisi gagasan serta rencana aksi yang dapat dilakukan untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
“Kami melihat sejauh mana peserta mampu membaca persoalan di sekitarnya sekaligus merancang langkah yang bisa dilakukan setelah program berakhir. Artinya, 20 peserta yang lolos tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mulai memikirkan apa yang bisa mereka lakukan setelah pulang dari ruang belajar tersebut,” kata Priwahayu dalam keterangan rilisnya, Rabu (23/9/2026).
Pada hari pertama, peserta diajak terlebih dahulu mengenali dan memahami dirinya melalui tema Lead Self. Materi yang diberikan mencakup pengenalan karakter dan potensi diri, pengelolaan emosi, hingga kemampuan menerima dan memahami sudut pandang yang berbeda.
Peserta juga memperoleh wawasan mengenai peran pemerintah daerah dalam perlindungan perempuan dan anak. Materi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dr. Ma’murotus Sa’diyah.
Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami tugas pemerintah daerah sekaligus berdialog secara langsung melalui diskusi dan tanya jawab. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi “Ngenal Diri”, “Regulasi Emosi”, dan “Open-mindedness”.
Baca juga : Sampah Kediri Capai 850 Ton per Hari, Berpeluang Diolah Menjadi Energi Listrik
“Seusai penyampaian materi, setiap pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Para peserta diajak menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi maupun persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing,” imbuh Priwahayu.
Memasuki hari kedua, materi mulai diarahkan pada kemampuan peserta untuk membangun hubungan dengan orang lain serta menciptakan perubahan di lingkungan. Tema “Lead Others, Lead Change & Integritas” menjadi fokus utama.
Dalam sesi tersebut, peserta belajar mengenai cara membangun relasi, menghargai keberagaman, menumbuhkan compassion, serta menerjemahkan gagasan menjadi tindakan yang lebih konkret.
Suasana reflektif juga hadir ketika peserta mengikuti pemutaran film Pulih. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Kamu Punya Pilihan” bersama Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah. Pembahasan diarahkan pada isu kekerasan dan berbagai pilihan yang dapat diambil anak muda ketika menghadapi persoalan sosial.
“Pesan utama yang dibawa dalam sesi tersebut adalah anak muda perlu memiliki ruang untuk belajar dan berefleksi sebelum menentukan peran yang ingin mereka ambil,” terang Priwahayu.
Dari rangkaian pembelajaran tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk menyusun langkah nyata. Melalui sesi “Aksi Nyata & SMART Goals”, rencana aksi yang sebelumnya dibuat sebagai bagian dari seleksi kembali dikaji dan dikembangkan.
Peserta didorong agar mampu membuat rencana yang lebih spesifik, terukur, realistis, sekaligus memiliki target yang jelas. Materi mengenai integritas juga diberikan untuk menegaskan bahwa perubahan membutuhkan konsistensi dan tanggung jawab.
AIJ menegaskan bahwa berakhirnya Intensive Course bukan berarti proses pendampingan selesai. Sebanyak 20 peserta terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan dalam menjalankan rencana aksi yang telah mereka susun.
“Dengan pendampingan itu, gagasan yang muncul selama proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi di lingkungan tempat peserta tinggal dan beraktivitas,” ujarnya.
Rangkaian Gerak Dampak Academy 2026 sendiri memperlihatkan proses seleksi yang bertahap. Dari 116 pendaftar, sebanyak 80 orang mengikuti Mini Bootcamp, sebelum akhirnya 20 peserta terpilih melanjutkan ke tahap Intensive Course.
“Dari proses tersebut, AIJ berupaya membangun ruang bagi anak muda untuk berpikir kritis, memahami persoalan sosial, membangun relasi yang lebih setara, sekaligus berani mengambil langkah sesuai kemampuan mereka,” pungkas Priwahayu.
Sebagai informasi, Aliansi Inklusi Jombang merupakan wadah kolaborasi yang terdiri dari 18 organisasi masyarakat sipil dan komunitas anak muda di Kabupaten Jombang. Organisasi tersebut berdiri sejak Juni 2022 dengan fokus mendorong terwujudnya masyarakat yang inklusif, setara, aman, dan berkeadilan melalui edukasi, pengorganisasian, pengembangan jejaring, kampanye, serta advokasi.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin






Response (1)