Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran hebat melanda lahan tebu di Dusun Kedungwesi, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jumat (25/9/2026). Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare.
Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 10.40 WIB. Saat itu, warga melihat api disertai kepulan asap membumbung dari area perkebunan tebu yang berada di sekitar jalan raya.
Api yang terus membesar membuat warga khawatir kobaran tersebut merembet hingga ke kawasan permukiman. Sejumlah warga sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Karena api sulit dikendalikan, perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pemadam Kebakaran Mojoagung BPBD Jombang sekitar pukul 10.51 WIB.
Petugas bergerak cepat. Sekitar pukul 11.05 WIB, dua unit fire pumper truck dan satu unit fire supply truck diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Baca juga : Ada Ulat di Sayur Pakcoy Menu MBG Jombang, Penerima Manfaat Klaim Tiga Kali Dapat Menu Bermasalah
Sesampainya di lokasi, petugas langsung berjibaku menjinakkan kobaran api yang membakar hamparan tanaman tebu. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali menyala.
Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Jombang Syamsul Bahri mengatakan, proses penanganan berlangsung selama hampir lima jam hingga sore hari.
“Setelah menerima laporan, kami langsung terjun ke lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan. Beruntung tidak sampai malam hari, penanganan selesai sekitar pukul 15.35 WIB. Api berhasil dipadamkan dan petugas kemudian kembali ke markas,” ungkap Syamsul, Jumat (25/9/2026) sore.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah unsur. Selain petugas Damkar Mojoagung, proses pemadaman juga mendapat dukungan dari Pusdalops BPBD Jombang, Polsek Sumobito, Koramil Sumobito, perangkat desa, Semar Jombang, mitra Babinsa, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan pendataan BPBD Jombang, kebakaran menghanguskan atau berdampak pada lahan tebu dengan luas sekitar 30 hektare. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke area permukiman warga.
Baca juga : Hari Tani Nasional, Polres Kediri Perkuat Gerakan Pangan Berbasis Petani
Hingga proses penanganan berakhir, petugas memastikan tidak ada lagi kobaran api yang membahayakan. Pembasahan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di area lahan yang terbakar.
“Api berhasil dipadamkan. Penyebab kebakaran belum diketahui. Kami berharap masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak meninggalkan api apabila melakukan pembakaran,” pungkas Syamsul. ***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





