Desakan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jadi Cagar Budaya, Kalangan Muda Ikut Bersuara

Desakan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jadi Cagar Budaya, Kalangan Muda Ikut Bersuara
Aldian Dwi Pamungkas saat berkunjung ke rumah kelahiran Bung Karno dan Sekretariat Titik Nol Soekarno di Ploso, Jombang beberapa waktu lalu. (istimewa)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dorongan agar situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, segera ditetapkan sebagai cagar budaya terus bermunculan.

Aspirasi tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Ploso dan Jombang maupun kalangan yang selama ini aktif menelusuri sejarah. Sejumlah generasi muda juga menyampaikan pandangan agar keberadaan situs tersebut mendapatkan perlindungan melalui penetapan status cagar budaya.

Salah satunya disampaikan Aldian Dwi Pamungkas, mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia menilai penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso penting dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai peninggalan sejarah yang berada di lokasi tersebut.

“Itu penting untuk segera ditetapkan. Sembari penelitian tetap dilakukan oleh para akademisi maupun sejarawan,” kata Aldian dalam keterangan rilisnya, Minggu (27/9/2026).

Baca juga : Bekas Kandang Ayam Terbakar di Pare Kediri, Damkar Gerak Cepat Bertindak

Menurut Aldian, status cagar budaya akan memberikan dasar perlindungan hukum terhadap peninggalan bersejarah yang terdapat di situs tersebut. Ia sendiri mengaku telah mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno di Ploso beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, Aldian mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Bung Karno yang disebut lahir di wilayah Ploso pada 6 Juni 1902.

Pandangan serupa disampaikan Enggar Juang Syah Putra, pemuda asal Kecamatan Kesamben, Jombang. Ia juga menilai penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya merupakan langkah penting untuk menjaga jejak sejarah.

“Ini terkait jejak kelahiran pendiri bangsa,” imbuhnya.

Enggar mengatakan, keberadaan situs bersejarah tersebut dapat menjadi salah satu aset bagi Kabupaten Jombang. Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengembangkan potensi sejarah tersebut sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca juga : Bupati Kediri Titip Pesan kepada Santri, Warisi Semangat Resolusi Jihad

“Kami juga berencana untuk menggalang petisi dukungan penetapan situs kelahiran Bung Karno ini secara terbuka,” tandas Enggar.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *