Ratusan Anak di Ponorogo Terdeteksi TBC, Dinkes Minta Orang Tua Waspadai Gejalanya

Ratusan Anak di Ponorogo Terdeteksi TBC, Dinkes Minta Orang Tua Waspadai Gejalanya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kasus tuberkulosis (TBC) pada anak di Kabupaten Ponorogo masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes). Hingga akhir September 2026, tercatat 254 anak berusia di bawah 14 tahun terdeteksi mengalami TBC.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 928 kasus TBC yang ditemukan Dinkes Ponorogo sepanjang periode hingga September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini, mengatakan temuan kasus pada anak perlu mendapat perhatian, terutama apabila disertai gangguan pertumbuhan.

Menurutnya, sejumlah kasus TBC pada anak ditemukan bersamaan dengan kondisi stunting. Salah satu kondisi yang perlu dicermati orang tua adalah berat badan anak yang tidak menunjukkan peningkatan dalam waktu cukup lama.

“Kasus TBC pada anak ini rata-rata ditemukan bersamaan dengan stunting. Kalau berat badan anak tidak naik secara terus-menerus, perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan TBC,” ujar Anik.

Baca juga : Dinkes Ponorogo Pastikan Belum Ada Kasus Influenza A, Warga Diminta Tetap Waspada

Untuk menekan penyebaran sekaligus mempercepat penanganan, Dinkes Ponorogo terus melakukan penemuan kasus secara aktif. Upaya tersebut dilakukan agar penderita yang belum terdeteksi dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Anik menjelaskan, anak dapat tertular TBC melalui paparan dari anggota keluarga maupun orang di lingkungan sekitarnya yang lebih dahulu menderita penyakit tersebut.

Risiko paparan juga perlu diperhatikan ketika anak berada di tempat ramai, terutama apabila terdapat penderita TBC di lingkungan tersebut.

Meski demikian, Anik mengingatkan bahwa batuk tidak serta-merta menunjukkan seseorang terkena TBC. Untuk memastikan penyakit tersebut, diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Untuk memastikan seseorang menderita TBC diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, di antaranya pemeriksaan sampel dahak di laboratorium dan rontgen bagi orang yang diduga menderita TBC,” jelasnya.

Baca juga : FKIJK Kediri-Madiun Gelar Financial Journalist Class, Bahas Ekosistem Keuangan Digital dan Dana Pensiun

Dinkes Ponorogo mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan perubahan kondisi kesehatan maupun pertumbuhan anak. Apabila ditemukan gejala atau kondisi yang dianggap tidak wajar, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.

Dengan pemeriksaan lebih awal, penyebab keluhan dapat diketahui dan apabila ditemukan TBC, penanganan serta pengobatan dapat segera diberikan.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *