Kades Sukorejo Jombang Mengaku Diteror Oknum Wartawan, Kedatangan Terekam CCTV

Kades Sukorejo Jombang Mengaku Diteror Oknum Wartawan, Kedatangan Terekam CCTV
Sebuah tangkapan layar video CCTV nampak oknum mengaku wartawan ketika mendatangi kediaman Lurah Sukorejo, Kaswari pada hari Senin (5/10/2026).

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Kaswari, mengaku mendapat tekanan dari seorang pria yang disebutnya sebagai oknum wartawan bernama Sabar. Pria tersebut datang bersama tiga orang lainnya ke rumah Kaswari pada Senin (5/10/2026) siang.

Kaswari menyebut, rombongan itu awalnya membawa persoalan dugaan utang piutang senilai Rp200 juta yang melibatkan seorang warga bernama Eko dengan warga asal Lamongan. Namun, pertemuan tersebut kemudian berujung pada pengajuan proposal reuni aliansi wartawan yang disertai permintaan sumbangan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.27 WIB. Kaswari yang baru menjabat kepala desa selama tiga bulan mengatakan, keempat pria tersebut datang menggunakan mobil berwarna merah.

Menurut Kaswari, salah seorang dari mereka mengaku membawa perintah Satreskrim dan meminta dirinya menyampaikan pesan kepada keluarga Eko agar segera memenuhi panggilan polisi. Pria tersebut juga disebut mengancam akan memberitakan dan memviralkan persoalan itu apabila permintaannya tidak dipenuhi.

Baca juga : Travel Umrah Annisa Ahmada Tak Penuhi Panggilan Kemenhaj Jombang, 1.058 Jemaah Ajukan Refund

“Dia mengatakan ini perintahnya Satreskrim. Saya disuruh menginformasikan kepada istrinya Eko bahwa dia sekarang sudah dicari polisi, mau dijemput paksa, dan akan ditulis di media,” kata Kaswari saat dikonfirmasi awak media, Kamis (8/10/2026).

Kaswari mengaku menolak permintaan tersebut karena menilai persoalan itu bukan kewenangannya sebagai kepala desa, melainkan ranah kepolisian.

“Jangan ke saya. Kecuali kalau saya ikut mendamaikan antara korban dan pelaku, baru bisa konsultasi dengan saya,” imbuhnya.

Namun, menurut Kaswari, pembicaraan kemudian beralih ke urusan lain. Pria yang disebut sebagai oknum wartawan tersebut mengeluarkan proposal reuni aliansi wartawan dan meminta bantuan dana.

Kaswari mengaku menolak memberikan uang. Ia juga menyebut pria tersebut mengatakan sejumlah kepala desa lain telah memberikan sumbangan, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Baca juga : Pembangunan KDKMP Kediri Raya Rampung 100 Persen, Operasional Ditargetkan 2027

“Akhirnya dia bilang, ini dalam rangka reuni aliansi wartawan kelompok saya, mau ada pertemuan. Dia mengajukan proposal. Saya tolak. Dia bilang dari teman-teman kades ada yang ngasih 500 ribu, ada yang satu juta,” jelasnya.

Kaswari menduga kedatangan rombongan tersebut merupakan upaya untuk menekan dirinya yang masih tergolong baru menjabat kepala desa. Ia mengaku keberatan dengan cara tersebut, terlebih karena kondisi pembangunan di desanya masih membutuhkan perhatian.

“Saya anggap ini karena saya kepala desa baru, jadi dia coba menggertak. Saya bilang, saya tidak panen apa-apa jadi lurah, jalan desa saja 300 meter masih rusak,” terangnya.

Kaswari mengatakan, kedatangan rombongan tersebut terekam kamera CCTV merek EZVIZ yang terpasang di garasi rumahnya. Rekaman bertanggal Senin (5/10/2026) pukul 13.27.45 WIB itu memperlihatkan empat pria datang menggunakan mobil merah.

Ia menyimpan rekaman tersebut dan menyatakan siap menyerahkannya apabila dibutuhkan pihak kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan.

Kaswari menegaskan tidak mempermasalahkan wartawan yang datang untuk bersilaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik. Namun, ia berharap tidak ada pihak yang menggunakan identitas wartawan untuk menekan pemerintah desa atau masyarakat demi mendapatkan uang.

“Jangan yang tidak ada masalah dibikin masalah, endingnya cari-cari duit. Kalau ada warga yang dirugikan karena ulah wartawan seperti ini, akan saya laporkan ke polisi untuk diproses secara hukum,” pungkas Kaswari.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *