Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo belum membuat penyaluran bantuan air bersih dihentikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo masih memasok air bagi warga terdampak kekeringan yang belum mendapatkan akses air bersih secara normal.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan status siaga darurat kekeringan masih diberlakukan hingga pertengahan November 2026. Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Ponorogo diperkirakan datang secara bertahap mulai November.
“Status siaga darurat kekeringan masih tetap kita berlakukan hingga pertengahan November,” ungkap Masun.
Menurutnya, turunnya hujan pada awal musim penghujan belum menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat langsung pulih. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Baca juga : Polres Ponorogo Ungkap 11 Kasus Kejahatan, 9 di Antaranya Curanmor
“Meski hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah, distribusi air bersih tetap kami lanjutkan. Hujan pada fase awal musim penghujan belum tentu langsung memulihkan ketersediaan air tanah yang dibutuhkan masyarakat,” jelas Masun.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur 17 kecamatan di Ponorogo pada Senin lalu. Kendati demikian, BPBD belum menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk menghentikan penyaluran bantuan air bersih.
Masun menegaskan, keputusan menghentikan distribusi akan didasarkan pada kondisi faktual di lapangan, terutama terkait ketersediaan sumber air yang dapat diakses masyarakat. Pihaknya juga menunggu laporan perangkat desa mengenai pemulihan pasokan air di wilayah masing-masing.
“Penyaluran air bersih baru akan kami hentikan apabila sudah ada konfirmasi dari perangkat desa bahwa pasokan air bagi masyarakat kembali normal. Dengan begitu, bantuan bisa dihentikan berdasarkan kondisi riil di lapangan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, bantuan air bersih dari BPBD Ponorogo telah menjangkau 653 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.662 jiwa di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Baca juga : Gus Ipul Hadiri Pengajian Hari Santri di Masjid Al Falah Kediri, Ini Rute dan Informasi Parkir
BPBD memastikan distribusi akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga hingga sumber air kembali mencukupi seiring datangnya musim penghujan.
“Selama masih membutuhkan bantuan air bersih tetap akan kita suplai sampai memasuki musim penghujan,” tutupnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





