Jombang, LINGKARWILIS.COM – Setelah beberapa pekan dilanda cuaca panas, hujan ringan akhirnya turun di berbagai wilayah Kabupaten Jombang, Selasa (27/10/2026). Hujan yang mengguyur sejak siang hingga sore itu disambut lega oleh warga yang sebelumnya merasakan teriknya suhu udara.
Cuaca panas yang melanda Jombang sepanjang Oktober 2026 tercermin dari catatan suhu maksimum yang mencapai 38 derajat Celsius. Berdasarkan laporan BMKG yang dikutip pada 20 Oktober 2026, suhu tertinggi di Kabupaten Jombang menembus angka tersebut. Sementara itu, secara regional, BMKG juga mencatat suhu maksimum Jawa Timur mencapai 38 derajat Celsius pada 16 Oktober 2026.
Turunnya hujan di sejumlah wilayah pun memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat. Meski demikian, fenomena tersebut belum bisa dijadikan patokan bahwa musim kemarau telah berakhir dan musim hujan resmi dimulai.
Berdasarkan data BMKG yang dihimpun, hujan ringan pada Selasa (27/10/2026) terpantau di seluruh 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.
Baca juga : Polres Jombang Ungkap 15 Kasus Narkoba, Sita 60,26 Gram Sabu dan 2.700 Butir Okerbaya
Wilayah tersebut meliputi Perak, Gudo, Ngoro, Bareng, Wonosalam, Mojoagung, Mojowarno, Diwek, Jombang, Peterongan, Sumobito, Kesamben, Tembelang, Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu, Bandar Kedungmulyo, Jogoroto, Megaluh, dan Ngusikan.
Meski telah mengguyur hampir seluruh wilayah kabupaten, intensitas hujan yang turun masih tergolong ringan.
Raffiudin (23), warga Kecamatan Jogoroto, mengatakan hujan mulai turun di wilayahnya sekitar pukul 12.30 WIB. Ia menyebut hujan tersebut menjadi kabar menggembirakan setelah cuaca panas dirasakan selama hampir satu bulan.
“Baru tadi ini (siang) hujan hingga sore tadi. Kemarin hanya mendung saja dan sekarang Alhamdulillah sudah turun hujan,” ucapnya saat diwawancarai sore.
Hal serupa dirasakan Anggraeni (21), warga Kecamatan Sumobito. Menurutnya, hujan sudah turun sejak Senin siang, meskipun hanya sebentar dan tidak deras. Langit yang masih mendung membuat suasana cuaca terasa berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Hujannya sejak kemarin siang, tidak deras, hanya hujan ringan saja. Biasanya kalau siang itu panas, kemarin turun hujan,” imbuhnya.
Baca juga : Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Kediri Kedepankan Edukasi dengan Porsi 80 Persen
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan pihaknya masih menunggu rilis resmi BMKG untuk memastikan perkembangan musim hujan di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, hujan yang turun belakangan ini berkaitan dengan upaya rekayasa cuaca yang dilakukan pemerintah provinsi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sementara kita masih menunggu rilis dari BMKG sebagai dasar. Sementara hujan yang sekarang adalah upaya masif dari pemerintah provinsi dalam rekayasa cuaca terkait karhutla,” terang Wiku saat dikonfirmasi secara terpisah.
Wiku juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat meskipun hujan yang turun dalam dua hari terakhir masih relatif ringan.
Warga diminta terus memantau informasi prakiraan cuaca melalui sumber resmi agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Turunnya hujan di 21 kecamatan setidaknya memberikan kelegaan bagi masyarakat setelah menghadapi cuaca panas berkepanjangan. Namun, kepastian mengenai peralihan musim tetap perlu mengacu pada informasi resmi BMKG.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin






Response (1)