Atlet Menembak Jombang Borong Dua Emas dan Satu Perunggu di POPDA XV Jatim

Atlet Menembak Jombang Borong Dua Emas dan Satu Perunggu di POPDA XV JatimAtlet Menembak Jombang Borong Dua Emas dan Satu Perunggu di POPDA XV Jatim
Kontingen menembak Jombang berfoto bersama seusai meraih dua medali emas dan satu perunggu di ajang POPDA Ke-XV Jatim di Lapangan Tembak Kodam V Brawijaya Surabaya, Kamis (5/11/2026) kemarin.

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Kontingen cabang olahraga menembak Kabupaten Jombang berhasil mengukir prestasi di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Berlaga di Lapangan Tembak Kodam V Brawijaya Surabaya, Kamis (5/11/2026), para atlet Jombang sukses membawa pulang dua medali emas dan satu medali perunggu.

Dari lima atlet yang dikirim untuk mengikuti kompetisi tersebut, tiga di antaranya berhasil menyumbangkan medali melalui sejumlah nomor pertandingan.

Ahmad Hafidzul Ahkam menjadi atlet paling menonjol setelah meraih dua medali emas. Prestasi tersebut diperoleh dari nomor IMSSU Multirange 18-41 meter individu putra serta nomor beregu (mix team).

Pada nomor beregu, Ahmad berkolaborasi dengan Nayla Fahira Budiarti yang turut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jombang.

Baca juga : PPN Pembalut Efektif 11 Persen Disorot WCC Jombang, Dinilai Tambah Beban Ekonomi Perempuan

Sementara itu, Livia Triafadhilah berhasil menambah koleksi medali dengan meraih perunggu pada nomor IMSSU Multirange 18-41 meter individu putri.

Pelatih menembak Kabupaten Jombang, Dinar Krisnandar, mengatakan hasil tersebut merupakan pencapaian positif dari perjuangan para atlet selama mengikuti kompetisi. Meski demikian, dua atlet lainnya, yakni Evan Sigit Prayoga dan Fadil Amrullah, juga menunjukkan performa yang cukup kompetitif meski belum berhasil naik podium.

“Ada lima atlet yang kami berangkatkan. Ahmad Hafidzul Ahkam meraih dua medali emas individu dan tim, Nayla Fahira Budiarti satu medali emas tim, dan Livia Triafadhilah satu medali perunggu individu. Evan Sigit Prayoga dan Fadil Amrullah hampir juara, selisih poin sedikit dari atlet kota lain,” ungkap Dinar saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan atlet dalam menjalani program latihan. Selain latihan rutin, para atlet juga dituntut menjaga pola makan, istirahat, serta kesiapan mental melalui doa dan persiapan yang matang.

Sebelum berlaga di POPDA Jatim, tim menembak Jombang telah menjalani pemusatan latihan secara intensif selama tiga bulan, terhitung sejak Agustus 2026.

“Latihan rutin, berdoa, menjaga pola makan dan istirahat. Pemusatan latihan intensif selama tiga bulan,” jelasnya.

Baca juga : Harga Tepung Tapioka Melonjak, Perajin Kerupuk Kelet Legendaris Jombang Terpaksa Perkecil Ukuran

Dinar menambahkan, selama kompetisi berlangsung, seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan tanpa kendala berarti. Hasil POPDA kali ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas penampilan pada kejuaraan berikutnya.

Para atlet tersebut juga diproyeksikan kembali memperkuat Kabupaten Jombang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan digelar di Surabaya.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, tim pelatih telah menyiapkan sejumlah program lanjutan, mulai dari pemusatan latihan, uji coba pertandingan, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan secara rutin.

“Ya, akan tampil di Porprov 2027 di Surabaya. Persiapannya melalui pemusatan latihan, uji coba pertandingan, dan mengikuti kejuaraan rutin,” terangnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum Perbakin Kabupaten Jombang, Agus Budi Hartono. Ia menyampaikan penghargaan kepada para atlet dan pelatih atas kerja keras serta prestasi yang berhasil diraih dalam POPDA XV Jatim.

Agus juga memberikan dukungan kepada atlet yang belum berhasil memperoleh medali agar tidak berkecil hati. Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang yang harus dijalani dengan kesungguhan dan kedisiplinan.

“Bagi atlet yang belum mendapatkan medali atau juara, tetap semangat untuk latihan, latihan, dan latihan. Dengan kesungguhan dan disiplin, suatu saat di event berikutnya saya yakin pasti bisa juara,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan berkelanjutan, konsistensi latihan, serta pengalaman bertanding agar kemampuan atlet semakin berkembang.

“Untuk mencetak atlet yang berprestasi tidak serta-merta, pasti melalui sebuah proses, dan proses tidak akan mengkhianati hasil,” pungkas Agus. ***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *