Jombang, LINGKARWILIS.COM — Akses menuju situs cagar budaya nasional Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, terpaksa tidak dapat dilalui setelah ditutup oleh pemilik lahan. Penutupan dilakukan sebagai bentuk protes atas belum adanya kepastian dari pemerintah terkait kompensasi penggunaan tanah yang selama ini difungsikan sebagai jalan masuk ke kawasan situs.
Pemilik lahan, Imaduddin, menyatakan kekecewaannya karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai kompensasi atas pemanfaatan lahannya sebagai akses ke Situs Sumberbeji.
Ia menegaskan tidak berniat menjual tanah tersebut. Namun, dirinya tidak keberatan jika lahan itu digunakan sebagai jalur masuk, dengan catatan tidak ada aktivitas perdagangan di dalam kawasan situs.
“Kalau lahannya hendak dibeli, saya tidak menjual. Tetapi jika hanya digunakan untuk akses masuk, saya tidak masalah, selama tidak ada yang berjualan di dalam area situs,” ujarnya, Kamis (19/2).
Baca juga : Sidang Ketiga Gugatan TPA Kota Kediri, Supriyo Soroti Darurat Hakim dan Layanan Peradilan
Menurut Imaduddin, keberadaan aktivitas jual beli di dalam kawasan situs menjadi alasan utama dirinya menuntut kompensasi. Ia menilai aktivitas tersebut telah menghadirkan nilai ekonomi di area yang memanfaatkan lahannya sebagai akses.
“Kalau ada kegiatan bisnis di dalam kawasan situs, tentu ada nilai rupiah di situ. Karena itu kami meminta kompensasi,” katanya.
Ia mengaku telah mencoba menyelesaikan persoalan ini melalui komunikasi dengan pemerintah desa. Namun, ia justru diarahkan untuk berkoordinasi dengan para pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Ketika menemui pedagang, ia kembali diminta untuk berbicara dengan pihak desa.
“Saya merasa seperti dipingpong. Akhirnya saya memilih menutup akses tersebut,” tegasnya.
Imaduddin menyatakan, jalur tersebut akan tetap ditutup hingga ada kejelasan tertulis dari pemerintah mengenai kompensasi yang dimaksud. Jika tidak tercapai kesepakatan, ia memastikan akses tersebut tidak akan dibuka kembali.
Baca juga : Ramai Warga Antre Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran di Halaman Parkir Masjid Agung Kota Kediri
“Kalau ada kompensasi, saya minta secara tertulis. Jika pemerintah tidak memberikan kompensasi, akses tetap saya tutup. Silakan jika ada yang keberatan dan ingin melapor,” tandasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





