Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Kurangnya pengawasan orang tua kembali memicu musibah ketika seorang anak berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar ditemukan tewas tenggelam di sebuah kubangan air dekat Sungai Brantas. Korban diketahui berinisial DKP, warga Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.
Kepala Seksi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, membenarkan kejadian tersebut.
“Betul, ada anak meninggal di kubangan air dekat Sungai Brantas. Kejadian terjadi pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 09.00,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Musibah bermula saat korban bermain sepeda onthel bersama teman-temannya. Mereka kemudian berhenti dan bermain di area kubangan tak jauh dari sungai. Karena kelelahan, korban memutuskan masuk ke kubangan untuk mandi.
Baca juga : Hiu Tutul Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Selatan Tulungagung, Berat Diperkirakan Capai 5 Ton
Awalnya hanya bermain di pinggir, namun akhirnya dia turun ke dalam kubangan yang kedalamannya sekitar 1,5 meter. “Saat masuk ke kubangan, korban tidak bisa diselamatkan,” tambah Nanang.
Melihat korban tenggelam, teman-temannya langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar bergegas datang dan melakukan pencarian secara beramai-ramai. Tak lama kemudian, tubuh DKP ditemukan dalam keadaan mengambang dan sudah tidak bernyawa.
Polisi yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta memeriksa kondisi tubuh korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





