LINGKARWILIS.COM – Pasca kebakaran hebat yang meluluhlantakkan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pada Sabtu malam (30/8), Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Bup Dhito terpaksa tidak lagi berkantor di ruang kerjanya.
Ruangannya di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri hangus terbakar bersama sejumlah dokumen penting, menyisakan hanya kalender di dinding.
Meski begitu, roda pemerintahan tak boleh berhenti. Demi memastikan tugas-tugas tetap berjalan, Mas Bup Dhito memilih berkantor secara berpindah-pindah, baik di lingkungan Pemkab maupun di luar.
“Bisa jadi di kantor kecamatan di Kabupaten Kediri dan bisa langsung melihat kegiatan ASN di kecamatan, jam berapa masuk, aktivitas masyarakat. Jadi bisa diketahui secara jelas tugas ASN di kecamatan,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Kediri Belum Ngantor, Nunggu Kesiapan Gedung GNI Sebagai Tempat Sementara
Dhito menambahkan, fleksibilitas ini justru memberinya kesempatan lebih dekat dengan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat.
Senin lalu, ia bahkan sempat berkantor di ruang Kapolres Kediri. Saat di sana, ia berdiskusi banyak hal bersama Kapolres terkait kondisi daerah, sekaligus tetap menyusun program kerja pemerintahan.
“Di mobil pun tetap bisa kerja, menandatangani surat-surat penting untuk keperluan dinas. Bisa juga di ruang kerja Pak Sekda. Intinya, tugas-tugas tetap diselesaikan sesuai rencana dan jadwal yang ada,” jelasnya.
Mulai pekan ini, Mas Bup Dhito berencana memulai pola berkantor di kecamatan. Jadwalnya tidak ditentukan secara resmi, sehingga sewaktu-waktu ia bisa hadir langsung mengikuti agenda di lapangan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa meski gedung pemerintahan rusak akibat kerusuhan dan penjarahan, pelayanan publik dan program Pemkab Kediri tetap berjalan tanpa hambatan.
Reporter: Bakti Wijaya
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





