Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mewacanakan penerapan sistem sekolah lima hari bagi jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP di Kabupaten Kediri pada tahun 2026.
Saat ini, sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Kabupaten Kediri masih berlangsung selama enam hari. Namun, pemerintah daerah mulai mengkaji kemungkinan penerapan pola belajar lima hari seperti yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan, rencana penerapan sekolah lima hari masih memerlukan kajian mendalam serta koordinasi lintas instansi, terutama bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Baca juga : Satpol PP Kota Kediri Perketat Pengawasan Kos-Kosan, Aktivitas Melanggar Hukum Jadi Sorotan
“Perlu kita pelajari lebih jauh lagi terkait sekolah lima hari di Kabupaten Kediri. Kita coba untuk mengadopsi pola pembelajaran lima hari sekolah ini bisa atau tidak untuk di Kabupaten Kediri. Untuk kota dan kabupaten lain di Jawa Timur sudah mulai diujicobakan,” katanya.
Menurut Mas Dhito, pengkajian tersebut penting agar pola pembelajaran yang diterapkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pendidikan di Kabupaten Kediri.
Ia menambahkan, sebelum diterapkan, sistem sekolah lima hari juga membutuhkan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh pihak terkait, mulai dari guru, tenaga pendidik hingga siswa.
Baca juga : Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam di Semen Kediri Terbakar
“Sosialisasi tentu ke guru, tenaga pendidik dan murid sekolah di Kabupaten Kediri. Di wilayah lain untuk anak PAUD, TK, SD dan SMP full belajarnya Senin hingga Jumat sedangkan Sabtu libur,” jelasnya.***
Editor : Hadiyin






