Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp746.276.000.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan lonjakan ini dipicu oleh momentum libur panjang di awal tahun serta libur Lebaran 2026 yang berhasil menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar.

“Libur panjang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan wisata, sehingga berdampak langsung pada kenaikan PAD,” ujarnya.
Baca juga : Lagi, Wali Kota Kediri Serahkan SK Kenaikan Pangkat untuk Puluhan ASN
Sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri menjadi magnet utama, di antaranya Monumen Simpang Lima Gumul, Gunung Kelud, Air Terjun Ironggolo, Air Terjun Dolo, serta kawasan wisata Ubalan Kediri dan Pemandian Corah Pare.
Menurut Mustika, selain meningkatkan PAD, geliat sektor pariwisata juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata.
“Perputaran ekonomi di kawasan wisata ikut meningkat. UMKM tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Baca juga : Sinergi Jadi Kunci, Sekda Kabupaten Kediri Tekankan Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan
Ke depan, Disparbud Kabupaten Kediri akan terus membenahi sarana dan prasarana wisata, sekaligus menggencarkan promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Target kami, pariwisata Kabupaten Kediri semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





