Jombang, LINGKARWILIS.COM — Bupati Jombang Warsubi bersama Forkopimda dan Dandim 0814/Jombang Dicky Prasojo melakukan peninjauan langsung progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tunggorono, Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sebelum program koperasi ini diluncurkan secara massal pada akhir Juli 2026 mendatang.

Dalam tinjauannya, Warsubi mengungkapkan bahwa KDKMP di Desa Tunggorono mulai mendapat dukungan operasional berupa armada logistik. Fasilitas tersebut meliputi satu unit truk, satu mobil pick-up, serta dua unit motor roda tiga (tosa) guna menunjang aktivitas koperasi di tingkat desa.
“Hingga saat ini, dari total 210 titik KDKMP di Jombang, sekitar 80 persen atau sebanyak 167 titik sudah siap,” ujarnya.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Kediri Maraton Vaksinasi untuk Cegah Campak pada Anak
Meski progres pembangunan terbilang signifikan, Warsubi mengakui masih ada kendala, terutama terkait ketersediaan lahan di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan kelurahan.
“Masih ada beberapa lokasi yang belum memiliki lahan yang sesuai. Nanti akan kami koordinasikan dengan pemerintah pusat terkait mekanisme pengadaan tanahnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, program KDKMP merupakan bagian dari agenda nasional yang terintegrasi dengan program strategis lain seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga seluruh kepala daerah wajib mendukung penuh pelaksanaannya.
Baca juga : Lagi, Wali Kota Kediri Serahkan SK Kenaikan Pangkat untuk Puluhan ASN
Sementara itu, Dandim 0814/Jombang, Dicky Prasojo, menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan peluncuran serentak 1.000 titik KDKMP di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
“Untuk Jombang, dari total 306 desa dan kelurahan, ditargetkan 210 titik bisa siap sepenuhnya pada Juli nanti,” terangnya.
Ia juga mengakui bahwa kendala lahan paling banyak terjadi di wilayah kelurahan yang berada di kawasan perkotaan. Namun demikian, pihaknya optimistis persoalan tersebut dapat segera teratasi.
“Kami terus berupaya agar kebutuhan lahan bisa terpenuhi, terutama di wilayah kelurahan yang memang terbatas,” pungkasnya.***
Reporter : Taufiq Rachman
Editor : Hadiyin





