Kediri, LINGKARWILIS.COM – Di tengah ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, keberadaan embung menjadi salah satu solusi penting untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian di Kabupaten Kediri.
Selain memanfaatkan pompa air dan sumur submersible, embung kini dioptimalkan sebagai sumber pengairan sawah guna memastikan tanaman tetap tumbuh dan tidak mengalami gagal panen akibat kekeringan.
Secara keseluruhan, terdapat empat embung aktif yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri. Satu embung berada di Kecamatan Kepung, sementara tiga lainnya berada di Kecamatan Puncu dengan luasan yang bervariasi. Di sisi lain, pembangunan embung baru juga tengah berlangsung di Desa Parang, Kecamatan Banyakan.
Baca juga : Hadapi Kemarau Panjang, Dispertabun Kediri Sarankan Petani Tanam Varietas Genjah
Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti, menjelaskan bahwa embung memiliki fungsi ganda, yakni sebagai penampung air hujan sekaligus sumber air berkelanjutan karena ditopang mata air alami.
“Meski memasuki musim kemarau, ketersediaan air di embung relatif terjaga. Ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, peran embung sangat strategis dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama untuk mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, upaya pemeliharaan terus dilakukan, termasuk normalisasi embung jika terjadi pendangkalan atau penyempitan kapasitas tampung.
Baca juga : Cemburu Berujung Maut, Pria Asal Kediri Tewas Dibunuh Teman Sendiri dan Dibuang ke Sungai
Lebih lanjut, Rini menambahkan bahwa pengawasan rutin juga dilakukan bersama para petani guna memastikan kondisi air tetap stabil, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
“Dengan pengelolaan yang baik, embung mampu menjadi penopang utama sektor pertanian di musim kemarau, sehingga hasil panen tetap optimal dan kesejahteraan petani dapat terjaga,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






