Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, mengambil langkah pencegahan agar aksi vandalisme terhadap situs bersejarah Mbah Gleyor atau Mbah Glinding tidak kembali terjadi.
Kereta yang dipercaya sebagai peninggalan Bupati Kediri pertama tersebut kini ditutup menggunakan kain hitam secara menyeluruh. Selain itu, kamera pengawas atau CCTV juga dipasang di sekitar lokasi untuk meningkatkan pengamanan.
Kepala Dusun Kandat, Samuji, mengatakan pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat keberadaan kereta bersejarah tersebut. Terlebih, kondisi kayu pada kereta masih relatif utuh meski telah berusia ratusan tahun.
Menurutnya, keberadaan kereta Mbah Gleyor memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Kabupaten Kediri sehingga harus terus dirawat dan dilestarikan.
Baca juga : POSSI Kabupaten Kediri Maksimalkan Penjaringan Atlet Selam Berbakat
“Kami perhatikan dan merawat dengan baik kereta Mbah Gleyor ini. Jangan sampai rusak dan peristiwa vandalisme tidak terulang lagi di kemudian hari. Pengawasan pun kita lakukan dengan memasang CCTV agar tidak ada orang jahil melakukan vandalisme,” kata Samuji.
Ia menambahkan, pelaku vandalisme yang sebelumnya merusak bagian kereta telah diamankan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak desa, pelaku diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Pelaku kemudian diserahkan ke Panti Laras milik Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berada di Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Samuji berharap langkah pengamanan tersebut dapat mencegah kejadian serupa sekaligus memastikan situs Mbah Gleyor tetap terjaga.
“Adanya CCTV dan penutup kain hitam kita berharap situs kereta Mbah Gleyor atau Mbah Glinding ini tidak ada orang yang mengganggunya lagi. Karena kereta ini bersejarah bagi Kabupaten Kediri dan Desa Kandat,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin