BPK Jatim Kembali Bersihkan Cat Vandalisme di Kereta Mbah Gleyor Kandat

BPK Jatim Kembali Bersihkan Cat Vandalisme di Kereta Mbah Gleyor Kandat
BPK Jatim Kembali Bersihkan Cat Vandalisme di Kereta Mbah Gleyor Kandat (Bakti)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur kembali melakukan pembersihan cat akibat vandalisme pada situs Kereta Mbah Gleyor di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026) siang.

Pembersihan kali ini merupakan tahap kedua yang dilakukan BPK Jatim. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan kondisi kereta titihan Bupati Kediri pertama itu agar kembali bersih dan terawat seperti sebelum terkena aksi vandalisme.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengapresiasi respons BPK Jatim yang segera melakukan penanganan terhadap cat vandalisme di situs bersejarah tersebut.

Menurutnya, proses pembersihan memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan waktu dan peralatan khusus.

Baca juga : Keluhan Perubahan Desil Jadi Perhatian Mas Dhito, Pemkab Kediri Perkuat Sosialisasi Perbaikan Data

“Pembersihan ini tahap kedua dan tahap pertama sudah dilakukan bulan lalu. Prosesnya memang tidak mudah dan perlu waktu sehingga pembersihan cat dengan peralatan khusus,” katanya.

Sejarawan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Danang Widiatmoko, mengatakan pembersihan tersebut merupakan bagian dari upaya penyelamatan dan perawatan Kereta Mbah Gleyor.

Selain mengembalikan tampilan kereta agar bersih, perawatan diperlukan untuk menjaga material kereta tetap awet, mencegah korosi, sekaligus menghindari terjadinya pelapukan.

“Adapun bahan untuk pembersihan berupa alkohol untuk cat, kemudian ada rendaman daun cengkeh, daun tembakau dan daun pisang dan ini untuk pelapisan. Bahan ini dioleskan agar mikroorganisme hilang,” katanya.

Petugas BPK Jatim, Ahmad Latif, menjelaskan metode pembersihan pada tahap kedua ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penanganan sebelumnya.

Untuk cat berwarna putih, petugas menggunakan alkohol. Sedangkan pada cat dengan warna lainnya, pembersihan dilakukan menggunakan rendaman air cengkeh, tembakau, dan daun pisang.

Baca juga : Puntung Rokok Pemetik Mangga Picu Kebakaran, Dua Hektare Lahan di Tarokan Kediri Terbakar

“Memang butuh proses dan upaya ini untuk cegah adanya jamur atau rayab. Agar kereta tetap awet,” katanya.

Pembersihan dan perawatan secara bertahap tersebut diharapkan dapat menjaga keberadaan Kereta Mbah Gleyor sebagai salah satu peninggalan bersejarah di Kabupaten Kediri tetap terpelihara.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *