KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Kediri dalam rentang waktu Rabu (9/9/2026) malam hingga Kamis (10/9/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam tiga kejadian tersebut, namun total kerugian ditaksir mencapai Rp205 juta.
Kebakaran pertama terjadi di pabrik bihun milik Parno, warga Dusun Sentul, Desa Karangrejo. Api diduga berasal dari ruang panel setelah terdengar suara ledakan.
Petugas keamanan yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melakukan pengecekan. Saat diperiksa, api sudah membesar sehingga petugas segera menghubungi Damkar Pos Ngadiluwih untuk melakukan pemadaman.
Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kebakaran kedua terjadi di lokasi pembuatan pupuk milik Puslit Tebu PT Sinergi Nusantara yang berada di Dusun Bumirejo, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar.
Baca juga : Kurangi Beban TPA Sekoto, DLH Kediri Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Peristiwa tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api kemudian merembet hingga ke area bahan baku pupuk di lokasi Puslit Pupuk PT Sinergi Nusantara.
Kejadian diketahui penjaga saat melakukan patroli. Melihat api sudah berada di bagian bahan baku pupuk, penjaga langsung menghubungi Damkar Pos Pare untuk mendapatkan penanganan.
Petugas kemudian melakukan pemadaman guna mencegah api menjalar ke bagian lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian ditaksir sekitar Rp130 juta.
Sementara itu, kebakaran ketiga melanda rumah Suningsih, warga Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, kebakaran bermula ketika pemilik rumah berupaya mempercepat proses pematangan pisang mentah dengan cara tradisional.
Baca juga : Keluhan Perubahan Desil Jadi Perhatian Mas Dhito, Pemkab Kediri Perkuat Sosialisasi Perbaikan Data
Pisang tersebut dioven menggunakan arang dan brambut yang dibakar dalam waktu cukup lama. Posisi oven yang berdekatan dengan tumpukan kayu bangunan dan kayu bakar kemudian membuat api merembet.
Api selanjutnya membakar tumpukan kayu hingga bangunan kandang tempat penyimpanan kayu ikut hangus.
“Petugas Damkar Pos Pare dengan dua unit armada Damkar Pos Pare Unit kapasitas 5.000 liter air dan armada Damkar Pos Grogol dengan jumlah anggota 9 orang bisa padamkan api selama dua jam,” katanya.
Dalam peristiwa ketiga ini juga tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Dengan tiga kejadian tersebut, total kerugian akibat kebakaran di tiga lokasi di Kabupaten Kediri dalam satu malam hingga dini hari mencapai sekitar Rp205 juta.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





