Kediri, LINGKARWILIS.COM β Harga cabai di tingkat petani Kabupaten Kediri mengalami kenaikan cukup signifikan pada puncak musim kemarau. Setelah bertahan di kisaran Rp46 ribu per kilogram selama sekitar 10 hari, harga cabai dalam dua hari terakhir naik menjadi Rp56 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani cabai di Kabupaten Kediri. Pasalnya, musim kemarau panjang membuat banyak petani memilih menanam berbagai jenis cabai, mulai dari cabai besar, cabai keriting hingga cabai rawit.
Siti Rokayah, salah seorang petani cabai asal Kecamatan Ringinrejo, mengaku bersyukur dengan kenaikan harga tersebut. Cabai yang saat ini dipanennya merupakan tanaman yang telah dirawat selama sekitar empat bulan.
Selain harga yang meningkat, permintaan cabai di pasar Kediri maupun dari luar daerah juga masih cukup tinggi. Cabai rawit hasil panen petani Kabupaten Kediri bahkan banyak dikirim ke berbagai daerah setiap pekannya.
Baca juga :Β Sebanyak 1.700 Peserta Siap Meriahkan Kediri Run 2026
“Saya bersyukur kalau harga naik minggu ini Rp56.000 per kilogram. Kita jual ke pasar sendiri tanpa harus ke pengepul. Dijual ke pasar langsung akan memudahkan kami untuk mengetahui kondisi perkembangan harga setiap waktunya,” kata Rokayah.
Dalam sepekan, Rokayah biasanya dapat melakukan panen sebanyak dua kali. Sekali panen, hasil yang diperoleh berkisar antara 60 hingga 75 kilogram cabai rawit.
Cabai yang dipetik umumnya sudah dalam kondisi matang dan berwarna merah. Setelah dipanen, cabai langsung dibawa untuk dijual agar tidak terlalu lama disimpan dan berisiko mengalami pembusukan.
Meski harga dan permintaan sedang tinggi, Rokayah tetap mengingatkan petani agar tidak lengah terhadap ancaman hama dan penyakit tanaman. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah virus kuning yang menyerang tanaman cabai.
Baca juga :Β Dalam Sehari, Damkar Kabupaten Kediri Tangani Tiga Kebakaran di Lokasi Berbeda
“Yang penting tetap harus waspada pada hama virus kuning pada tanaman cabai. Musim kemarau dengan angin tinggi memudahkan hama berkembang dan harus cepat ditangani agar cabai tidak rusak,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






Response (1)