Kediri, LINGKARWILIS.COM – Keberadaan sarang tawon di sekitar permukiman dapat mengancam keselamatan penghuni rumah maupun warga. Karena itu, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait dua sarang tawon di lokasi berbeda, Senin (31/8/2026) malam.
Laporan pertama diterima petugas Damkar Pos Ngadiluwih terkait keberadaan sarang tawon madu di sebuah rumah di Perumahan Rembang Harmoni, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih.
Petugas langsung menuju lokasi dengan membawa perlengkapan khusus untuk melakukan evakuasi. Proses pengamanan sarang tawon tersebut berlangsung sekitar satu jam.
Peralatan pelindung khusus digunakan petugas untuk meminimalkan risiko sengatan selama proses evakuasi. Setelah berhasil diamankan, sarang tawon tersebut kemudian dievakuasi dari lingkungan rumah warga.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, pada malam yang sama petugas kembali menerima laporan keberadaan sarang tawon di wilayah Kecamatan Puncu.
Baca juga : Kredit Program di Kediri Raya Capai Rp3,58 Triliun, Tumbuh 21,82 Persen hingga Juli 2026
Kali ini, petugas Damkar Pos Pare melakukan evakuasi sarang tawon jenis vespa berukuran cukup besar di sebuah rumah warga di Dusun Bodag, Desa/Kecamatan Puncu.
“Petugas kami segera bertindak untuk evakuasi sarang tawon ndas. Harus segera dilakukan evakuasi karena tawon ini sering mengganggu keluarga dan warga sekitar. Karenanya perlu segera ditindaklanjuti dan dievakuasi agar keluarga aman,” ujar Khaleb.
Menurutnya, keberadaan sarang tawon, khususnya jenis yang agresif, perlu segera ditangani apabila berada di sekitar rumah maupun lingkungan yang banyak aktivitas warga. Evakuasi dengan peralatan yang sesuai juga penting untuk menjaga keselamatan petugas dan masyarakat.
Khaleb mengapresiasi respons warga yang segera melaporkan keberadaan sarang tawon kepada petugas Damkar. Dengan laporan tersebut, penanganan dapat dilakukan secara tepat menggunakan perlengkapan yang memadai.
“Laporan cepat dari warga sangat membantu agar penanganan sarang tawon dilakukan dengan benar dan menggunakan peralatan yang memadai. Dengan begitu, petugas aman dan warga juga aman,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





