Blitar, LINGKARWILIS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar melakukan tes urine terhadap puluhan personel. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut setelah sebelumnya terdapat anggota yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Tes urine digelar pada Rabu (19/8/2026) dengan melibatkan sekitar 40 personel. Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bentuk komitmen institusinya dalam mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
“Kami minta bantuan ke BNN untuk tes urine. Ini sebagai bukti kami komitmen dalam mendukung pemberantasan narkoba,” ujar Achmad Cholik, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan tes urine berkaitan dengan kasus sebelumnya yang melibatkan salah satu anggota Damkar Kabupaten Blitar. Anggota tersebut diketahui positif mengonsumsi narkotika jenis sabu setelah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Blitar Kota.
Baca juga : Stasiun Blitar Layani 6.447 Penumpang Selama Libur HUT ke-81 RI
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan positif, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba saat anggota tersebut diamankan. Setelah menjalani proses pemeriksaan, yang bersangkutan kemudian mengikuti program rehabilitasi di BNN.
Achmad berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Satpol PP maupun Damkar Kabupaten Blitar. Menurutnya, pemeriksaan urine menjadi salah satu langkah untuk memastikan seluruh personel terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Baca juga : Suwadi, Jagoan Medan Tempur dari Kediri yang Pernah Bertugas di Wilayah Konflik
Ia menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan personel yang terlibat dalam peredaran narkoba. Terlebih jika yang bersangkutan berperan sebagai pengedar, tidak akan diberikan toleransi.
“Kalau sampai ada yang menjadi pengedar, tidak ada toleransi. Kan aturannya juga jelas, diberhentikan dengan tidak hormat. Urusan kepegawaian langsung berjalan,” pungkasnya.***





