Kurangi Beban TPA Sekoto, DLH Kediri Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya

Kurangi Beban TPA Sekoto, DLH Kediri Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Arman Fuadi Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kediri (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri terus mendorong pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Kecamatan Badas, Pare. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat pemilahan sampah organik dan nonorganik sebelum diangkut menuju TPA.

Sampah nonorganik yang masih memiliki nilai guna akan dipisahkan terlebih dahulu sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA Sekoto. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan peningkatan volume sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Kabupaten Kediri saat ini memiliki 35 TPA 3R yang dinilai dapat berperan dalam mengurangi sampah nonorganik. Pola pemilahan tersebut telah diterapkan sejak 1 Agustus lalu. DLH juga mendorong setiap kantor di Kabupaten Kediri menyediakan tempat khusus untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik.

Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kediri Arman Fuadi mengatakan, volume sampah yang saat ini dikirim ke TPA Sekoto mencapai sekitar 130 ton per hari, di luar sampah pasar di Kabupaten Kediri.

Baca juga : Tampil Nyentrik di Kediri Run 2026, Sigit Novianto Sabet The Best Costume I

“Kami tidak ingin sampah organik dan nonorganik bercampur dan ini jika diteruskan volume sampah di Sekoto melonjak. Karenanya perlu ditata dan dipilah agar lebih aman,” katanya.

Arman menyebut sejumlah sampah nonorganik yang dapat dipilah antara lain botol plastik, cangkir plastik, sedotan, styrofoam, gelas plastik, plastik pembungkus, bungkus makanan cepat saji dan berbagai jenis sampah lainnya.

Sampah yang telah dipisahkan tersebut selanjutnya dapat didaur ulang. DLH juga mendorong penyediaan tempat pengumpulan sampah plastik di sejumlah kantor pemerintah, kantor swasta, lingkungan perumahan, maupun permukiman masyarakat.

Dengan pola tersebut, sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomis tidak langsung dibawa ke TPA. Sementara sampah yang dikirim ke TPA diupayakan didominasi sampah organik yang sudah dipisahkan dari material nonorganik.

Baca juga : Tampil Nyentrik di Kediri Run 2026, Sigit Novianto Sabet The Best Costume I

Arman menjelaskan, masyarakat yang berada di lingkungan dengan fasilitas TPA 3R sebenarnya telah memiliki peluang untuk mengolah dan mendaur ulang sampah sejak dari sumbernya. Di sejumlah lokasi juga telah tersedia petugas yang membantu melakukan pemilahan sampah.

“Sejak awal di masyarakat yang memiliki TPA 3R bisa mendaur ulang sampah ini. Ada juga petugasnya yang memilah sampah organik dan nonorganik. Karenanya warga kita ajak perangi sampah untuk pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *