Tampil Nyentrik di Kediri Run 2026, Sigit Novianto Sabet The Best Costume I

Tampil Nyentrik di Kediri Run 2026, Sigit Novianto Sabet The Best Costume I
Sigit Novianto alias Orlando warga Lirboyo Kota Kediri tampil sebagai best costume di Kediri Run 2026 di RTH SLG Minggu pagi kemarin (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Penampilan Sigit Novianto alias Orlando dalam ajang Kediri Run 2026 sukses mencuri perhatian. Berbeda dari mayoritas peserta yang tampil dengan perlengkapan khas pelari, warga Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri, itu justru tampil unik dengan busana bernuansa kerajaan.

Di kepalanya terpasang mahkota, lengkap dengan jubah yang menjadi bagian paling mencolok dari penampilannya. Wajahnya dihiasi riasan tipis berwarna biru, dipadukan dengan pakaian, celana, dan sepatu bernuansa putih kebiruan.

Sejak garis start hingga mencapai finis, pria bertubuh tinggi besar tersebut tak henti mendapat aplaus dari penonton maupun peserta lainnya. Meski mengenakan kostum yang cukup unik, Sigit tetap mampu menuntaskan rute Kediri Run 2026 sesuai jalur yang telah ditetapkan panitia.

Penampilan berbedanya itu akhirnya berbuah penghargaan. Panitia Kediri Run 2026 menobatkan Sigit sebagai The Best Costume I dan memberikan hadiah atas kreativitasnya.

Bagi Sigit, tampil dengan kostum unik dalam event lari bukanlah hal baru. Puluhan kali ia mengikuti berbagai ajang lari, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Selain berprofesi sebagai pelari, ia juga dikenal sebagai kreator busana yang gemar merancang sendiri kostum untuk setiap perlombaan yang diikutinya.

Baca juga : Pemkab Kediri Siapkan Perluasan Pasar Buah Bakalan Grogol, Tambah Area Parkir dan UMKM

“Kediri Half Maraton 2026 di Bandara lalu saya juga tampil sebagai tampil Best Costume dengan tema busana Celeng Srenggi dari cerita jaranan Kabupaten Kediri. Busana kedaerahan yang saya modifikasi unik juga menyabet best costume I. Di Malang dengan tampilan beda saya juga best costume,” katanya.

Kreativitas Sigit terlihat dari konsep busana yang selalu berbeda di setiap event. Ia tidak sekadar mengenakan kostum, tetapi merancang sendiri pakaian dengan motif tertentu dan menambahkan berbagai aksesori agar penampilannya semakin menarik perhatian.

Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian saat Kediri Run adalah jubah yang dikenakannya. Ketika dikibaskan berulang kali saat berlari, jubah tersebut memberikan kesan seolah-olah dirinya tengah terbang.

Sigit mengaku terus mengeksplorasi kreativitas dalam membuat busana yang sesuai dengan karakter setiap event lari yang diikutinya. Baginya, kostum bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi ruang untuk menuangkan ide dan memperkenalkan sebuah konsep kepada masyarakat.

Baca juga : Pemkab Kediri Siapkan Perluasan Pasar Buah Bakalan Grogol, Tambah Area Parkir dan UMKM

“Saat ini saya kenakan adalah warna biru sebagai simbul raja Samudra yang membiru yang mendatangkan kedamaian,” katanya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *