KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Di balik keterbatasan yang dihadapi anak-anak panti asuhan, kebutuhan akan ruang untuk bertumbuh, menyalurkan ekspresi, dan merajut mimpi menjadi hal yang tak kalah penting dibanding pemenuhan kebutuhan dasar.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (HIMAPRODI PJKR) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar kegiatan Charity Movement bertajuk “Mencipta Senyum, Menebar Kepedulian” di Hall Kampus 2 UNP Kediri, Minggu (18/1).
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, melainkan dirancang sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak panti asuhan untuk belajar, bermain, serta menumbuhkan optimisme terhadap masa depan.
Sebanyak 25 anak usia Sekolah Dasar (SD) dari tiga panti asuhan di Kota Kediri turut ambil bagian, yakni Panti Asuhan Al-Firdaus, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, dan Panti Asuhan Mutiara Gemilang.
Baca juga : Ratusan Mobil Klasik Berjajar di Kawasan Goa Selomangleng, Gathering PPMKI Jatim Angkat Wisata Kota Kediri
Ketua HIMAPRODI PJKR UNP Kediri, Habibul Mahbub, menjelaskan bahwa Charity Movement merupakan bagian dari Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) HIMAPRODI PJKR tahun 2026, khususnya pada pilar pengabdian masyarakat. Namun, konsep yang diusung kali ini dibuat lebih spesifik dan menyentuh langsung sasaran.
“Selama ini pengabdian mahasiswa identik dengan kegiatan di desa. Tahun ini kami memilih fokus pada anak-anak panti asuhan. Mereka adalah generasi penerus yang membutuhkan perhatian lebih, terutama di usia SD yang sangat krusial dalam pembentukan karakter,” jelasnya.
Menurut Habibul, anak-anak pada rentang usia tersebut mulai membangun pemahaman tentang jati diri dan masa depan. Karena itu, rangkaian kegiatan Charity Movement dikemas secara sederhana namun sarat muatan edukatif, melalui aktivitas mewarnai, meronce manik-manik, hingga permainan sains ringan yang merangsang rasa ingin tahu.
“Lewat kegiatan kreatif ini, kami ingin menjaga semangat dan harapan anak-anak tetap hidup. Aktivitas menggambar dan mewarnai bukan sekadar seni, tetapi juga sarana menanamkan nilai karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta keberanian untuk bermimpi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi refleksi peran mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa, kata Habibul, tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial.
Baca juga : Pembangunan Pasar Ngadiluwih Dimonitor Setiap Hari, Pemkab Kediri Kejar Target Penyelesaian
“Anak-anak panti asuhan merupakan bagian dari Generasi Alpha dengan potensi intelektual yang besar. Pendampingan kepada mereka perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan zamannya. Mahasiswa harus hadir sebagai teman belajar, bukan sekadar pendamping formal,” tambahnya.
Pendekatan humanis tersebut mendapat respons positif dari pihak panti asuhan. Agus Wahyudi, pengurus Panti Asuhan Mutiara Gemilang, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang baik bagi anak-anak asuhnya. Dari panti yang dikelolanya, sebanyak 15 anak mengikuti kegiatan tersebut.
“Anak-anak terlihat sangat antusias dan bahagia. Kegiatan seperti ini melatih kreativitas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab mereka. Yang paling penting, mereka merasa diperhatikan dan dihargai,” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak panti asuhan di wilayah Kediri Raya. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
Charity Movement yang digagas HIMAPRODI PJKR UNP Kediri ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus berskala besar. Sentuhan sederhana yang dilakukan secara konsisten, disertai empati dan keberlanjutan, mampu membuka ruang tumbuh bagi anak-anak panti asuhan—ruang untuk belajar, berkarya, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





