KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) intensif melakukan pemantauan harian terhadap progres pembangunan Pasar Ngadiluwih. Langkah ini ditempuh untuk memastikan percepatan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan pasar dapat segera difungsikan.
Monitoring dilakukan guna melihat sejauh mana pihak kontraktor mengelola tenaga kerja agar bekerja secara optimal sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan sisa waktu yang tersedia, pengawasan diperketat agar tidak terjadi keterlambatan lanjutan.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menegaskan pentingnya pengawasan ketat demi mengejar target penyelesaian. Menurutnya, pasar diharapkan segera beroperasi dan mendukung aktivitas jual beli masyarakat seperti pasar-pasar lainnya di wilayah Kabupaten Kediri.
“Sisa waktu yang ada harus benar-benar dimanfaatkan kontraktor untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Pasar Ngadiluwih. Sebelumnya, pada akhir Desember 2025 telah diberikan toleransi, kemudian ditambah waktu, dan ditargetkan rampung pada 30 Januari 2026,” ujarnya.
Tutik menambahkan, pihak kontraktor maupun pengawas proyek seharusnya hadir secara aktif untuk memastikan progres percepatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Mengingat proyek sempat tertunda sejak Desember lalu, Disdagin juga telah menerapkan denda keterlambatan sebesar Rp23 juta per hari kepada kontraktor.
“Waktu penyelesaian yang diberikan sebenarnya cukup panjang. Karena itu, pembangunan harus segera dirampungkan. Kebutuhan tenaga kerja idealnya mencapai sekitar 100 orang, bukan hanya 51. Perkembangannya kami pantau setiap hari agar kontraktor benar-benar memahami tanggung jawabnya,” tegasnya.
Baca juga : Perkuat Lini Tengah, Persik Kediri Rekrut Mantan Pemain Timnas Uruguay
Pasar Ngadiluwih sendiri dibangun dengan konsep tradisional modern berlantai satu. Sejumlah ornamen bangunan mengangkat kisah legenda Kabupaten Kediri, yang menceritakan sejarah Panji dan Dewi Kilisuci, sebagai identitas budaya lokal.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





