KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Meski telah memasuki musim kemarau, tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Kediri membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga terhadap potensi bencana, terutama tanah longsor.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyebut kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrem karena curah hujan deras hingga sangat deras masih terjadi di bulan April, padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau panjang.
“Kami tetap siaga dan terus bersinergi dengan Forkopimca, pemerintah desa, dan relawan kebencanaan untuk memantau titik-titik rawan. Kami juga mendorong adanya penyampaian informasi secara cepat dari lapangan guna mempermudah respons dan penanganan,” ujarnya.
Baca juga : Sinergi Kesehatan dan Pendidikan, Ketua PKK Kota Kediri Tinjau Posyandu di Ponpes Wali Barokah
Joko menjelaskan bahwa timnya secara aktif melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang kerap terdampak hujan lebat. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi bencana di wilayah masing-masing, sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
“Kami terus memberikan edukasi kebencanaan, terutama kepada warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Wilis seperti Kecamatan Semen, Mojo, Banyakan, Grogol, dan Tarokan.
Kesadaran terhadap tanda-tanda alam perlu ditingkatkan, agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana,” tambahnya.
Baca juga : Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Prioritaskan Anak dari Keluarga Tidak Mampu
Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, BPBD berharap masyarakat bisa lebih tanggap dan terhindar dari risiko yang ditimbulkan oleh bencana alam di tengah cuaca yang tidak menentu.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





